Bicaraindonesia.id, Lumajang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang berkomitmen memperkuat keamanan wilayah menyusul aksi kriminalitas dan pelemparan batu terhadap kendaraan yang meresahkan masyarakat.

Penguatan itu dilakukan mulai dari pengaktifan kembali Poskamling, pemasangan CCTV di seluruh dusun, hingga peningkatan patroli kepolisian di titik rawan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati menegaskan seluruh camat diminta tetap berada di wilayah masing-masing dalam beberapa pekan ke depan untuk menjaga kondusivitas daerah.

“Saya minta camat tidak meninggalkan wilayah, waktu minggu sampai beberapa pekan ke depan tidak boleh keluar kota,” ujar Indah kepada awak media di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Jumat (8/5/2026) malam.

Bunda Indah-sapaan lekatnya mengatakan bahwa para camat harus tetap menjalankan tugas pelayanan masyarakat sekaligus memantau kondisi keamanan di wilayah masing-masing, khususnya pada titik rawan kriminalitas.

“Kita berada di wilayah masing-masing untuk pertama tentu melakukan pekerjaan rutinnya, melayani masyarakat. Yang kedua, menjaga kondusivitas wilayah, terutama di titik rawan keamanan,” kata dia.

Untuk mendukung pengamanan lingkungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang juga mempercepat pencairan dana dusun yang salah satunya dialokasikan untuk pemasangan CCTV dan penguatan Siskamling.

“Yang kedua, saya minta percepatan pencairan dana dusun khusus untuk pemasangan CCTV. Jadi, saya tadi sudah sampaikan, minggu depan serentak semua dusun memasang CCTV,” ujarnya.

Baca Juga:  Surabaya Panaskan Mesin, Bidik Juara Umum Porprov Jatim 2027

Menurut Bunda Indah, Pemkab Lumajang akan memberikan pendampingan apabila terdapat kendala teknis di lapangan, termasuk persoalan jaringan internet.

“Apabila terkendala dengan adanya Wifi dan lain-lain, segera akan kita lakukan pengawalan dari (Pemerintah) Kabupaten,” katanya.

Selain CCTV, dana dusun juga dipastikan digunakan untuk mengaktifkan kembali Poskamling dan memberikan honor kepada anggota Linmas.

“Dana dusun dipastikan untuk menumbuhkan kembali, mengaktifkan kembali Siskamling. Tadi saya sudah sampaikan salah satu adalah memberikan honor kepada Linmas supaya mereka bisa lebih semangat,” ungkapnya.

“Tidak banyak tetapi paling tidak mereka merasa ada penghargaan dari pemerintah,” imbuhnya.

Mengutip laman resmi lumajangkab.go.id, Kabupaten Lumajang sendiri memiliki 825 dusun yang tersebar di 198 desa dan 21 kecamatan. Untuk mendukung percepatan tersebut, Pemkab Lumajang mengalokasikan dana Rp50 juta per dusun yang salah satunya untuk penguatan keamanan lingkungan.

Tak hanya itu, Pemkab Lumajang juga bergerak cepat menangani persoalan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang selama ini dikeluhkan masyarakat, seperti di wilayah Jatiroto.

Bunda Indah menjelaskan sebagian besar jalan utama di Jatiroto merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Namun, demi mempercepat penanganan, pihaknya tetap melakukan penggantian lampu yang mati.

Baca Juga:  Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama

“Jadi (wilayah) Jatiroto itu sepanjang jalan utama itu adalah jalan provinsi. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Tapi untuk mempercepat kami juga sudah izin untuk mengganti lampu-lampu yang mati,” katanya.

Ia menegaskan langkah cepat tetap harus dilakukan meski jalan tersebut bukan kewenangan pemerintah kabupaten.

“Jadi kita tidak bisa menunggu, memang harus diambil langkah cepat penggantian meskipun itu di jalan yang bukan kewenangan kami, kami akan pasang,” tegasnya.

Respons Pihak Kepolisian

Di waktu yang sama, Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar mengapresiasi langkah responsif Pemkab Lumajang dalam merespons keresahan masyarakat terkait aksi kriminalitas, khususnya pencurian dengan kekerasan.

“Saya ucapkan, terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang sikap responsif terhadap masukan dari beberapa warga kita,” ujarnya.

Menurut Alex, pelaku kriminal memanfaatkan titik-titik minim penerangan dan kawasan blind spot untuk melancarkan aksinya.

“Memang kejadian pencurian dengan kekerasan yang banyak kita istilahkan begal terakhir itu mereka memanfaatkan ruang-ruang blind spot,” katanya.

Kapolres memastikan kepolisian terus melakukan langkah penyelidikan dan penindakan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Baca Juga:  11 Wartawan Surabaya Berangkat Haji 2026, Tunggu 14 Tahun Sejak Daftar 2012

“Langkah tegah tentunya, prosedural. Kita melangkah, melakukan upaya kepolisian tidak lepas dari aturan dan prosedur-prosedur kita akan laksanakan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan sejauh ini aksi pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Lumajang murni merupakan tindak kriminal, bukan aksi teror terorganisir. “Berkaitan dengan pencurian dan kekerasan, sejauh kami melakukan proses penyelidikan, itu murni kriminal,” katanya.

Selain kasus begal, kepolisian juga tengah memetakan kasus pelemparan kendaraan yang terjadi di sejumlah wilayah seperti Sumbersuko, Tempeh, Randuagung, Jatiroto hingga kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS).

“Ini berawal dari yang kejadian Tempeh dan Sumbersoko. Nah kejadian seperti ini sepertinya sedang bergulir jadi trend. Nah ini yang kami sedang memformulasikan upaya pencegahannya,” ujar Alex.

Ia menyebut pengaruh media sosial diduga menjadi salah satu faktor munculnya aksi tersebut karena memicu perilaku ikut-ikutan atau FOMO.

“Karena ya ini faktor media sosial ini sangat berpengaruh terhadap kejadian-kejadian. Ya yang menjadi FOMO akhirnya dan padahal itu kejadian yang tidak baik,” katanya.

Meski belum ada pelaku yang ditangkap, polisi memastikan patroli dan penjagaan di sejumlah titik rawan telah ditingkatkan. “Ini masih kita petakan betul, belum ada yang kita tangkap,” pungkasnya. (*/Sp/C1)