Bicaraindonesia.id, Surabaya Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meresmikan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (8/5/2026).

Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Jawa Timur sebagai gerbang konektivitas logistik dan ekonomi nasional yang menghubungkan wilayah Indonesia Barat dan Timur.

Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur difokuskan untuk mendukung sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga distribusi perdagangan antarpulau dan ekspor-impor melalui pelayanan karantina yang terintegrasi dalam satu kawasan.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menyebut Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur sebagai fasilitas pertama di Indonesia yang mengintegrasikan seluruh layanan karantina dalam satu lokasi.

Baca Juga:  Pendidikan Tripitaka Dinilai Jadi Kunci Kemajuan Buddha di Indonesia

“Di sini ada layanan untuk tumbuhan, hewan, ikan dan lainnya yang dijadikan satu tempat sehingga prosesnya lebih mudah, efektif, efisien, dan tidak berbelit-belit. Dwelling time bisa ditekan sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan murah bagi para pelaku usaha,” kata Karding.

Menurutnya, konsep karantina terpadu diharapkan mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap sumber daya hayati sekaligus menghadirkan pelayanan optimal bagi masyarakat dan dunia usaha.

Karding juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur atas dukungan penuh terhadap pembangunan instalasi tersebut, termasuk penyediaan lahan strategis dan pembangunan akses jalan menuju lokasi.

“Kalau Badan Karantina harus membeli lahan lima hektare di lokasi strategis seperti ini tentu sangat sulit. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada Gubernur Jawa Timur yang telah membantu menghadirkan fasilitas ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama
Peresmian Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (8/5/2026). (Foto: Ariandi K/BI)
Peresmian Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (8/5/2026). (Foto: Ariandi K/BI)

Berdiri di atas lahan seluas sekitar 2,8 hektare, fasilitas tersebut dilengkapi sarana pendukung layanan karantina terpadu untuk hewan, ikan, dan tumbuhan untuk menunjang pengawasan serta perlindungan sumber daya hayati.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur, Sokhib, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan hingga pengoperasian kembali fasilitas tersebut.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif, mulai dari Badan Karantina Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Jatim Grha Utama, instansi terkait hingga para mitra karantina,” ujar Sokhib.

Baca Juga:  Polisi Surabaya Ungkap Sindikat Joki SNBT-UTBK, 14 Tersangka Ditahan

Ia menjelaskan bahwa kawasan karantina terpadu bermula dari nota kesepahaman antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemprov Jatim pada Mei 2013 dan pertama kali diresmikan pada 2014.

Setelah terbentuknya Barantin, kerja sama kembali diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Kepala Badan Karantina Indonesia dan Gubernur Jawa Timur pada Juli 2025.

Selanjutnya, proses pelimpahan aset dari KKP dilakukan pada Maret 2026 dan instalasi mulai beroperasi kembali sejak 30 Maret 2026.

“Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik,” pungkas Sokhib. (*/Ark/A1)