Bicaraindonesia.id, Surabaya – TNI Angkatan Laut menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Pendidikan TNI Angkatan Laut (Hardikal) ke-80 Tahun 2026 yang jatuh pada 12 Mei. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Salahutu Akademi Angkatan Laut (AAL), Bumimoro, Surabaya, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Laut (Dankodiklatal) Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah.
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur AAL Laksda TNI Sigit Santoso serta Pelaksana Tugas Sementara (Pgs.) Komandan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Laksma TNI Ardiansyah.
Donor darah di Bumimoro diselenggarakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Bangkalan dan Instalasi Transfusi Darah (ITD) RSUD dr. Soetomo Surabaya.
Pembukaan kegiatan diawali dengan video conference bersama Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) di Jakarta, Laksda TNI Ariantyo Condrowibowo, yang secara bersamaan memimpin kegiatan donor darah di Seskoal.
Gubernur AAL Laksda TNI Sigit Santoso mengatakan, kegiatan donor darah dalam rangka Hardikal ke-80 merupakan wujud kepedulian sosial serta pengabdian prajurit TNI AL kepada masyarakat, khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan stok darah di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Di Surabaya, donor darah diikuti sekitar 800 peserta yang berasal dari Kodiklatal, AAL, STTAL, Kodaeral V, Koarmada II, Pasmar 2, dan Puspenerbal. Sementara itu, pelaksanaan di Seskoal Jakarta diikuti oleh 170 peserta.
“Adapun kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Gedung Salahutu Akademi Angkatan Laut Bumimoro Surabaya diikuti oleh kurang lebih 800 orang,” ujar Laksda TNI Sigit Santoso.
Laksda Sigit menjelaskan, peserta donor darah terdiri dari personel TNI AL di wilayah Surabaya, termasuk siswa Kodiklatal dan Taruna AAL. Selain di Surabaya, kegiatan serupa juga digelar di Seskoal Jakarta.
“Jadi kita tadi sudah melaksakan video converence dengan Seskoal, dimana kegiatan ini juga diikuti oleh 170 siswa,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan ini mendapat animo tinggi dari siswa maupun prajurit TNI AL. Namun, keterbatasan tenaga medis membuat jumlah peserta harus dibatasi.
“Sebenarnya banyak sekali yang ingin ikut berpartisipasi, namun karena keterbatasan tenaga medis maka kita batasi hanya 800 peserta saja,” pungkasnya. (*/T1/A1)

Tinggalkan Balasan