Bicaraindonesia.id, Surabaya Antusiasme peserta Piala Wali Kota Surabaya Cabang Olahraga (Cabor) Hoki 2026 melonjak tajam. Sebanyak 380 atlet ambil bagian dalam turnamen yang digelar di Lapangan Hoki Surabaya, Rabu (29/4/2026).

Turnamen ini sekaligus menjadi ajang perebutan tiket bagi atlet potensial menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom, mengapresiasi dedikasi atlet yang tetap bertanding meski harus bermain di bawah terik matahari.

“Bahkan main di siang hari, atlet-atlet kita masih mau meluangkan waktu dan tenaga. Mereka juga didukung oleh kepala sekolah untuk berpartisipasi di Piala Wali Kota ini,” ujar Arderio.

Baca Juga:  Ketersediaan Hewan Kurban di Jatim Surplus, Khofifah Imbau Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Menurut Arderio, ajang ini memegang peranan penting dalam proses seleksi atlet menuju Porprov Jatim. Melalui kompetisi ini, proses penjaringan akan dilanjutkan dengan sistem promosi dan degradasi untuk mendapatkan atlet terbaik.

“Justru dari sini kita bisa menjaring dan menyeleksi atlet. Sebentar lagi kita mulai semuanya, termasuk promosi dan degradasi. Semoga ini bisa dimanfaatkan atlet untuk unjuk kemampuan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pengcab FHI Kota Surabaya, Soebakri, menjelaskan bahwa nomor hoki lapangan (field hockey) yang dipertandingkan masih tergolong baru, khususnya bagi atlet junior.

Baca Juga:  Pendakian Semeru Kembali Dibuka, Akses Dibatasi hingga Ranu Kumbolo

Meski demikian, pihaknya terus mendorong pengenalan cabang ini karena telah dipertandingkan di level internasional.

“Hoki nomor field ini baru, dan atlet junior juga masih baru semua. Kita ingin memperkenalkan bahwa ini cabang olahraga yang sudah dipertandingkan di level internasional,” jelasnya.

Dari sisi partisipasi, terjadi peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ketua Panitia Pelaksana, Dionisius, mengungkapkan jumlah tim yang berpartisipasi meningkat dari sekitar 25 tim menjadi 35 hingga 36 tim pada tahun ini.

“Tahun lalu total tim sekitar 25, sementara tahun ini meningkat menjadi sekitar 35 hingga 36 tim dari lingkup Kota Surabaya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tanpa Ganggu Pelanggan, Pipa Bocor Tuntas Ditangani PAM Surya Sembada

Total atlet yang terlibat mencapai sekitar 380 orang, belum termasuk official dan orang tua yang turut mendukung jalannya kompetisi. Ia juga menilai persaingan tahun ini semakin ketat seiring meningkatnya keseriusan tim dalam berlatih.

Banyak tim kini tidak lagi bergantung pada fasilitas yang disediakan FHI Surabaya, melainkan telah menggelar latihan mandiri di sekolah masing-masing. Kondisi ini dinilai turut mendorong peningkatan kualitas permainan para atlet.

“Sekarang banyak tim sudah latihan mandiri, tidak hanya menunggu lapangan dari FHI. Bahkan mereka sudah punya tempat latihan di sekolah masing-masing,” katanya. (*/Dap/A1)