Bicaraindonesia.id, Surabaya – Pendidikan Kitab Suci Tripitaka dinilai menjadi kunci penting bagi perkembangan Agama Buddha di Kota Surabaya maupun Indonesia secara umum.
Hal tersebut disampaikan oleh Ashin Kheminda atau yang lebih dikenal sebagai Sayadaw Kheminda dalam acara penjelasan Dhamma yang digelar di Dhammavihari Buddhist Studies Surabaya pada 30 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Sayadaw Kheminda menyampaikan bahwa perkembangan Agama Buddha sangat bergantung pada pendidikan dan pembelajaran yang berlandaskan Kitab Suci Tripitaka.
“Pembelajaran agama buddha yang berdasarkan kitab suci itu sangat penting, karena kelahiran sebagai manusia ini sangat berharga. Jadi sangat sayang sekali jika tidak mendapatkan kelahiran yang berharga, sudah beragama buddha tapi tidak pernah mempelajari kitab suci, nanti malah bisa tersesat kemana mana, itu tujuan sebenarnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ajaran Buddha memiliki nilai yang sangat efektif dalam menciptakan ketenangan dan kebahagiaan batin, meskipun belum sepenuhnya diajarkan secara baik dan benar.
“Karena ini ajarannya sangat bagus sekali dalam arti sangat efektif untuk membuat hati ini damai dan Bahagia hanya saja sayang belum diajarkan dengan baik dan benar,” imbuhnya.
Sayadaw Kheminda mengungkapkan, pada tahun 2010, ia sempat membaca hasil riset dari sebuah lembaga berbasis di Amerika Serikat terkait perkembangan agama Buddha di Indonesia. Dalam riset tersebut, disimpulkan bahwa agama Buddha cenderung didominasi kalangan usia lanjut.
“Peneliti mendapati kenyataan yang ke wihara itu mayoritas orang tua, sehingga mereka menyimpulkan kalau tidak ditahun 2030 atau 2040 agama Buddha di Indonesia akan punah dengan logika pada tahun 2010 saja yang datang orang orang tua,” terangnya.
Namun demikian, ia membantah kesimpulan tersebut dengan kondisi yang ia temui di Jakarta, khususnya di lembaga yang didirikannya, dimana mayoritas peserta justru berasal dari kalangan anak muda dengan latar pendidikan yang baik.
“Namun fakta itu saya bantah dengan kenyataan di Jakarta karena di lembaga yang saya dirikan di Jakarta itu mayoritas anak muda dengan pendidikan yang bagus. Dari situ saya kemudian semakin bersemangat untuk menyebarkan pusat pendidikan kitab suci ini karena saya percaya kalau ajaran ini diajarkan dengan baik maka akan banyak orang yang berminat mendapatkan manfaat,” tuturnya.
Ia pun menegaskan kembali bahwa pendidikan berbasis Kitab Suci Tripitaka merupakan faktor utama dalam menjaga dan mengembangkan Agama Buddha di Indonesia.
“Saya berharap di masa depan nanti ada banyak guru-guru kitab suci Tripitaka yang bisa memberikan pembelajaran kitab suci Tripitaka secara luas di Indonesia,” pungkasnya. (*/T1/A1)

Tinggalkan Balasan