Bicaraindonesia.id, Surabaya – Ratusan atlet ambil bagian dalam Liga Muaythai Jawa Timur Seri II yang digelar melalui ajang Piala Wali Kota Surabaya. Kompetisi ini menjadi langkah awal Pemerintah Kota Surabaya dalam mempercepat proses seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Kejuaraan yang diikuti sekitar 150 atlet dari lebih dari 10 kabupaten/kota di Jawa Timur ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga sarana pemetaan kekuatan atlet sejak dini. Surabaya sendiri mengirimkan sekitar 40 hingga 50 atlet dalam kompetisi tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Surabaya untuk memenuhi target ambisius meraih 250 medali emas pada Porprov 2027. Liga Muaythai Jatim Seri II dijadikan sebagai pintu awal penjaringan atlet potensial sekaligus bagian dari sistem seleksi berjenjang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Surabaya, Herry Purwadi, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendukung pembinaan olahraga secara menyeluruh.
Menurutnya, hampir seluruh cabang olahraga mendapat perhatian serius, termasuk Muaythai yang dinilai memiliki keunikan karena memadukan seni dan bela diri.
“Dukungan Wali Kota sangat besar, sekitar 48 hingga 50 cabang olahraga difasilitasi. Muaythai ini unik karena memadukan seni dan bela diri,” ujar Herry di Surabaya, Jumat (24/4/2026).
Selain sebagai kompetisi daerah, hasil liga ini juga menjadi bagian dari jalur seleksi menuju kejuaraan nasional.
Ketua Pengprov Muaythai Jawa Timur, Baso Juherman, menyebut atlet peraih medali emas akan diproyeksikan tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung di Subang pada Agustus mendatang.
“Liga ini bagian dari seleksi menuju Kejurnas. Atlet yang meraih emas akan kami siapkan untuk bertanding di Subang,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem liga yang digelar hingga empat seri dalam setahun dirancang untuk menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus memastikan performa atlet tetap terpantau.
Di tingkat kota, Pengcab Muaythai Surabaya juga memanfaatkan ajang ini untuk memperluas basis atlet.
Ketua Pengcab sekaligus panitia, Hendry Lianto, menyebut kompetisi ini efektif menjaring talenta baru meski belum diikuti seluruh kekuatan terbaik.
“Ini sekaligus seleksi awal menuju Porprov. Memang belum maksimal karena ada atlet yang ujian dan cedera,” ungkapnya.
Sementara itu, KONI Surabaya menempatkan Muaythai sebagai salah satu cabang unggulan setelah sukses meraih gelar juara umum pada Porprov sebelumnya.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Surabaya, Lilies Handayani, menegaskan hasil kompetisi ini akan menjadi dasar dalam menentukan atlet yang masuk pemusatan latihan cabang (Puslatcab).
“Muaythai adalah andalan kami. Hasil dari sini akan jadi acuan seleksi atlet Puslatcab yang sudah berjalan sejak April dan dievaluasi setiap tiga bulan,” ujarnya.
Dengan sistem seleksi berjenjang dan kompetisi berkelanjutan, Surabaya berupaya memastikan regenerasi atlet berjalan optimal demi menjaga dominasi pada Porprov Jawa Timur 2027. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan