Bicaraindonesia.id, Jakarta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI kembali memfasilitasi evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran melalui tahap ketiga. Langkah ini merupakan kelanjutan dari evakuasi tahap pertama dan kedua yang telah dilakukan pada Maret 2026.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam konferensi pers Kemlu yang disiarkan di kanal YouTube MoFAIndonesia pada Kamis, 16 April 2026.

“Jadi menyusul evakuasi tahap pertama dan kedua WNI di Iran yang telah dilakukan pada bulan Maret lalu, Kemlu beserta KBRI di Baku dan KBRI Tehran telah memfasilitasi evakuasi tahap ketiga sejumlah 45 WNI dari Iran,” ujar Heni dalam keterangan persnya dikutip Bicaraindonesia.id pada Jumat, 17 April 2026.

Heni menuturkan, para WNI tersebut berangkat dari Tehran pada 12 April melalui jalur darat menuju Baku, Azerbaijan. Selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan udara ke Jakarta.

“Para evakui WNI ini diberangkatkan dari Tehran pada tanggal 12 April lalu menuju Baku Azerbaijan melalui jalur darat dan dilanjutkan dengan penerbangan komersial dengan rute Baku – Jakarta,” katanya.

Setibanya di Indonesia, para WNI tiba secara bertahap dalam tiga kloter. Kloter pertama berjumlah 14 orang tiba pada 14 April, disusul kloter kedua 9 orang pada 15 April, dan kloter ketiga sebanyak 9 orang.

“Untuk ke-45 evakui WNI ini dibagi menjadi tiga kloter ketibaan di Jakarta,” tuturnya.

Selain itu, Heni menyebut bahwa Kemlu RI juga masih menampung 13 anak buah kapal (ABK) di Baku yang menunggu jadwal penerbangan selanjutnya menuju Indonesia.

“Masih ada 13 orang ABK yang masih kita tampung di Baku untuk menunggu penerbangan selanjutnya ke tanah air,” ujarnya.

Setibanya di Tanah Air, para WNI yang dievakuasi akan diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penghubung Provinsi untuk proses pemulangan ke daerah asal masing-masing.

Berdasarkan data KBRI Tehran, setelah evakuasi tahap ketiga ini masih terdapat 236 WNI yang berada di Iran. Mayoritas dari mereka merupakan pelajar atau mahasiswa yang terkonsentrasi di Kota Qom, Iran.

“Sisanya adalah PMI (Pekerja Migran Indonesia) dan juga ekspatriat yang menikah dengan warga negara sana,” pungkasnya. (*/An/A1)