Bicaraindonesia.id, Jakarta – DPR RI menegaskan bahwa keselamatan prajurit Indonesia harus menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya eskalasi konflik wilayah penugasan pasukan perdamaian dunia, khususnya dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Demikian dikatakan Ketua DPR RI Puan Maharani, saat memberikan keterangan pers usai Rapat Paripurna di Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Pernyataan ini disampaikan menyusul memburuknya situasi keamanan di kawasan konflik yang dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan korban dari berbagai negara.
Puan menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, terutama terkait kesiapan dan perlindungan pasukan di lapangan.
Dalam situasi geopolitik yang semakin kompleks, perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri, termasuk prajurit TNI yang bertugas, dinilai harus diperkuat.
“Dengan situasi geopolitik seperti ini, kita harus memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia di luar negeri, termasuk pasukan TNI yang bertugas di garda terdepan,” kata Puan sebagaimana dikutip melalui laman resmi dpr.go.id pada Rabu (12/4/2026).
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek penugasan, mulai dari kesiapan logistik, kelengkapan perlengkapan, hingga sistem perlindungan bagi prajurit.
Menurutnya, langkah ini krusial untuk menjamin keamanan personel dalam menjalankan mandat internasional.
Selain itu, Puan mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk merespons dinamika di lapangan.
Evaluasi tersebut dinilainya penting sebagai dasar dalam menentukan kebijakan ke depan, termasuk kemungkinan penyesuaian terhadap pola maupun keberlanjutan penugasan.
“Pemerintah harus memastikan kesiapan logistik dan pasukan, serta melakukan evaluasi apakah sistem perlindungan yang ada sudah memadai atau masih perlu diperkuat,” pungkasnya. (*/Dpr/A1)

Tinggalkan Balasan