Bicaraindonesia.id, Surabaya – Pengurus Kota (Pengkot) Pertina Surabaya mulai mematangkan persiapan menghadapi ajang Piala Wali Kota dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menggelar sparing sekaligus seleksi atlet untuk menentukan petinju terbaik yang akan diturunkan.
Ketua Umum Pertina Surabaya, Ferlix Prasetya, mengatakan kegiatan sparing tersebut menjadi bagian penting dalam proses seleksi menuju dua ajang bergengsi itu.
“Hari ini ada acara sparing untuk persiapan Piala Wali Kota dan Porprov. Ini sekaligus seleksi atlet,” ujar Ferlix, Kamis (14/5/2026).
Dalam proses seleksi, Pertina Surabaya menyiapkan sekitar 24 petinju dari berbagai kelas. Setiap kelas diisi dua atlet yang bersaing memperebutkan posisi utama untuk memperkuat tim Surabaya pada Porprov Jatim maupun Piala Wali Kota.
Ferlix menilai minat masyarakat terhadap olahraga tinju di Kota Surabaya cukup tinggi. Meski demikian, pihaknya tetap menerapkan seleksi ketat demi membentuk tim terbaik yang mampu bersaing dan meraih target prestasi.
“Petinju di Kota Surabaya sebenarnya banyak. Tapi kami seleksi yang terbaik untuk bisa meraih hasil maksimal,” katanya.
Selain fokus pada pembinaan atlet resmi, Pertina Surabaya juga mulai merangkul komunitas street fight dan komunitas boxing yang berkembang di Kota Pahlawan. Langkah tersebut dilakukan agar para petinju muda memiliki wadah pembinaan yang lebih terarah di bawah naungan organisasi resmi.
“Di Surabaya ada sekitar 16 komunitas. Kami ingin mengumpulkan komunitas-komunitas itu agar petinju bisa disalurkan di bawah naungan Pertina,” ungkapnya.
Sementara itu, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Pertina Surabaya, Mukti Prijono, menyebut persiapan tim saat ini telah mencapai sekitar 50 persen dan tinggal memasuki tahap finalisasi menjelang pelaksanaan pertandingan.
“Persiapan sudah 50 persen. Tinggal mendekati hari pelaksanaan, kami lakukan final check lagi,” kata Mukti.
Sebanyak 24 atlet diproyeksikan tampil di ajang Piala Wali Kota. Namun, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan kendala nonteknis seperti izin sekolah maupun kondisi kesehatan atlet.
“Yang terprogram sekarang ada 24 atlet. Kecuali ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti sakit atau izin sekolah,” ujarnya.
Mukti mengakui persaingan cabang olahraga tinju pada Porprov Jatim diprediksi berlangsung ketat. Sejumlah daerah seperti Malang dan Batu disebut masih menjadi kekuatan utama dalam persaingan perebutan medali.
Pada Porprov sebelumnya, Surabaya hanya mampu meraih satu medali emas. Karena itu, Pertina Surabaya bertekad memperbaiki pencapaian pada edisi kali ini.
“Malang dan Batu cukup kuat. Di Porprov sebelumnya kami hanya dapat satu emas. Sekarang kami ingin memperbaiki hasil itu,” katanya.
Untuk target keseluruhan kontingen Surabaya di Porprov Jawa Timur, Pertina optimistis mampu ikut menyumbang prestasi demi membantu Kota Surabaya mencapai target besar yang telah ditetapkan.
“Target Surabaya kan 7 emas. Kami siap mendukung target itu,” pungkas Mukti. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan