Bicaraindonesia.id, Semarang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyalurkan bantuan logistik ke empat daerah terdampak banjir, yakni Kabupaten Kendal, Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan. Bantuan senilai ratusan juta rupiah tersebut dikirim untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana.

Penyaluran bantuan dilakukan pada Sabtu (17/1/2026) sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng kepada pemerintah kabupaten/kota dalam memperkuat penanganan kebencanaan di wilayah masing-masing.

Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan atas instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi agar pemerintah provinsi hadir secara cepat saat terjadi bencana.

Baca Juga:  Pemprov Jateng Salurkan Rp210 Juta Tangani Tanah Gerak Tegal

“Bantuan kami salurkan tidak hanya untuk Kendal, tetapi juga Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan. Hari ini seluruhnya sudah kami dropping,” kata Imam dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Senin (19/1/2026).

Imam menjelaskan, jumlah bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan di masing-masing daerah serta ketersediaan stok logistik yang dimiliki pemerintah kabupaten/kota.

Pemprov Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp80.634.760 untuk Kabupaten Kendal, Rp131.964.010 untuk Kabupaten Batang, Rp171.390.415 untuk Kabupaten Pemalang, dan Rp65.130.491 untuk Kota Pekalongan. Bantuan tersebut diserahkan kepada Dinas Sosial setempat untuk dikelola lebih lanjut.

Baca Juga:  Surabaya Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana Geologi

“Kendal masih memiliki stok logistik yang cukup, sedangkan Pemalang lebih besar karena persediaan menipis. Jika ke depan masih ada kekurangan, kami siap menambah bantuan,” ujarnya.

Bantuan logistik yang dikirimkan meliputi makanan siap saji, lauk pauk, tenda keluarga dan tenda serbaguna, kasur, selimut, family kit, serta pakaian anak.

Selain penyaluran logistik, Dinas Sosial Jawa Tengah juga mendirikan dapur umum di wilayah terdampak yang mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan pangan. Salah satunya berada di Kabupaten Pemalang dengan kapasitas produksi hingga 4.000 bungkus makanan per hari.

Baca Juga:  Pemprov Jateng Salurkan Rp210 Juta Tangani Tanah Gerak Tegal

Di luar dapur umum milik Pemprov Jateng, masyarakat setempat bersama relawan Tagana, Pramuka, dan unsur terkait turut mendirikan enam dapur umum mandiri. Hingga saat ini, belum terdapat laporan pengungsian di wilayah terdampak.

Menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026, Imam menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi.

“Musim hujan masih panjang. Logistik bantuan kami siapkan, baik dari APBD Jawa Tengah maupun dukungan Kementerian Sosial. Termasuk santunan bagi korban meninggal dunia dan rumah hanyut, sudah kami koordinasikan,” pungkasnya. (*/Pr/C1)