Bicaraindonesia.id, SidoarjoKejuaraan Woodball Piala Gubernur Jawa Timur 2026 resmi digelar di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, pada 15-17 Mei 2026.

Turnamen yang diikuti lebih dari 400 atlet dari sembilan provinsi, delapan klub, serta 11 kabupaten/kota di Jawa Timur itu menjadi salah satu ajang woodball paling bergengsi di Indonesia karena memperebutkan poin nasional sekaligus menjadi tolok ukur kekuatan atlet nasional.

Ketua Pengurus Provinsi Woodball Jawa Timur, Ali Kuncoro, menegaskan bahwa kejuaraan tersebut bukan hanya agenda kompetisi tahunan, melainkan bagian dari strategi mempertahankan dominasi Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama woodball di tingkat nasional hingga internasional.

“Jawa Timur ini adalah barometer woodball Indonesia. Prestasinya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Karena itu tagline yang kami gunakan adalah woodball Jatim mendunia,” ujar Ali dalam keterangan tertulis dikutip pada Jumat (12/05/2026).

Baca Juga:  Polda Jatim Bongkar Sindikat OTP Ilegal, 25.400 SIM Card Disita

Prestasi atlet woodball Jawa Timur memang terus menunjukkan tren positif. Dalam ajang Hong Kong International Tournament Woodball 2026, dari delapan kontingen Indonesia yang tampil, tiga atlet berasal dari Jawa Timur dan berhasil menyumbangkan empat medali perak serta satu medali perunggu.

Menurut Ali, capaian tersebut harus dijaga melalui penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan. Ia menilai event dan turnamen menjadi sarana penting untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur perkembangan para atlet.

“Kita harus sering mengadakan event atau pertandingan untuk mengasah dan mengukur kemampuan atlet-atlet woodball Jawa Timur. Memang tidak mudah di tengah kondisi efisiensi saat ini, tetapi kami akan terus mencari format kolaboratif agar pembinaan tetap berjalan dan prestasi bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan,” katanya.

Kejuaraan Woodball Piala Gubernur Jawa Timur 2026 juga memiliki nilai strategis karena seluruh hasil pertandingan akan tercatat dalam sistem penilaian nasional Woodball Indonesia.

Baca Juga:  Festival Rujak Uleg 2026 Jadi Pesta Rakyat Terbesar di Surabaya

Poin yang dikumpulkan para atlet nantinya menjadi salah satu pertimbangan pemanggilan ke tim nasional untuk menghadapi berbagai turnamen internasional.

“Ketika nanti ada ajang internasional, atlet yang memiliki poin dan performa terbaik punya peluang dipanggil PB Woodball Indonesia untuk memperkuat Indonesia,” tambah Ali.

Selain menjadi arena perebutan poin nasional, turnamen ini juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan degradasi atlet woodball Jawa Timur. Pengurus daerah terus memantau perkembangan atlet sekaligus menyiapkan regenerasi demi menjaga kesinambungan prestasi.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Timur, M. Nabil, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kejuaraan yang dinilai mampu meningkatkan atmosfer kompetisi woodball nasional.

Menurut Nabil, peluang woodball untuk dipertandingkan secara resmi di PON semakin terbuka lebar. Jawa Timur dinilai memiliki modal prestasi yang kuat, mulai dari raihan dua medali perak di PON hingga kontribusi atlet-atlet Jatim di SEA Games dan berbagai turnamen internasional.

Baca Juga:  Imigrasi Surabaya Amankan WN India Overstay, Diduga Telantarkan Anak

“Woodball hampir pasti dipertandingkan di PON. Kita sudah punya catatan prestasi yang bagus. Atlet-atlet Jawa Timur juga konsisten menyumbang medali di level internasional,” ujarnya.

Nabil menilai langkah Pengprov Woodball Jatim yang rutin menggelar kejuaraan perlu terus mendapat dukungan karena semakin banyak event akan membuka peluang prestasi yang lebih besar bagi atlet.

“Semakin sering ada event, semakin besar peluang atlet untuk berprestasi. Karena itu apa yang dilakukan Pak Ali Kuncoro harus dijaga dan dikawal bersama,” katanya.

Ia juga menyoroti tingginya antusiasme peserta dalam Kejuaraan Piala Gubernur Jatim tahun ini yang menghadirkan sembilan provinsi dan sejumlah klub dari berbagai daerah.

KONI Jawa Timur berencana melakukan evaluasi lebih detail terhadap seluruh nomor pertandingan guna memetakan potensi medali Jawa Timur pada ajang-ajang besar mendatang. (*/Dap/A1)