Bicaraindonesia.id, Kudus – Dua atlet pencak silat asal Jawa Timur, Diki dan Korina, mengalami cedera saat bertanding pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah.
Keduanya langsung mendapat penanganan medis di RS Aisyah Kudus dengan pengawasan langsung dari tim kesehatan KONI Jawa Timur.
Dokter KONI Jawa Timur, dr. Erytasha Mahdi Pratama, mengungkapkan Diki mengalami patah tulang pada bagian lengan kanan akibat benturan keras saat pertandingan.
“Diki mengalami fraktur ulna tangan kanan. Penanganan awal sudah dilakukan dengan pemasangan gips pada pukul 07.30 pagi,” ujar dr. Erytasha, Senin (20/10/2025).
Sementara itu, pesilat putri Korina juga sempat dirawat di rumah sakit yang sama. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisinya dinyatakan aman dan kini menjalani rawat jalan.
“Untuk Korina tidak ada masalah serius. Hasil pemeriksaan aman, dan saat ini sudah rawat jalan. Cedera yang dialami merupakan cedera lama yang kambuh kembali,” tambah dr. Erytasha.
Lebih lanjut, dr. Erytasha memastikan seluruh biaya perawatan kedua atlet akan ditanggung KONI Jawa Timur melalui fasilitas BPJS Ketenagakerjaan.
“Semua penanganan tetap dalam pemantauan tim medis KONI Jatim. Untuk pemasangan gips dan pemantauan lanjutan Diki akan dimonitor oleh tim kesehatan dari Rumah Sakit Ubaya,” jelasnya.
KONI Jawa Timur menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan atlet menjadi prioritas utama selama pelaksanaan PON Bela Diri 2025 di Kudus. (*/Dap/A1)


