Bicaraindonesia.id – Provinsi Jawa Timur berhasil mencapai prestasi tingkat nasional. Prestasi ini antara lain, memiliki 7.724 desa mandiri yang tertinggi se-Indonesia, bebas desa tertinggal dan produsen padi terbesar se Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat membuka Diklat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Kepala Desa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 Angkatan I dan II di Madiun, Selasa (15/2/2022).
Menurut dia, prestasi ini karena berkat kerja keras, dan sinergitas seluruh kepala desa di Jawa Timur. Para kepala desa, mempunyai peran luar biasa untuk menggerakan seluruh sumber daya yang ada. Karenanya, inovasi dan kreativitas menjadi sangat penting dalam pengelolaan sumber daya di wilayahnya masing-masing.
“Bahwa sesungguhnya peran kepala desa sangat luar biasa untuk kemajuan kita bersama, saya titip salam untuk para Petani dan Gapoktan yang telah bekerja luar biasa dan berupaya mewujudkan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional, karena petani kita itu memberikan kontribusi luar biasa,” kata Gubernur Khofifah.
Oleh karena itu, Mantan Menteri Sosial RI itu berpesan, bahwa capaian yang telah diraih saat ini agar terus dipertahankan. Salah satunya dengan membangun egalitarianisme di antara para pimpinan di level desa. Makanya dia, juga mengajak agar melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, Bidan Desa juga pendamping desa untuk bersama-sama membangun desa.
“Saya ingin mengajak kepada kita semua proses egalitarianisme di antara seluruh elemen strategis di lingkungan desa yang Bapak-Ibu Pimpin,” pesan dia.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan, inovasi dan kreativitas, bisa mendorong kepala desa mampu mengidentifikasi, memetakan dan memaksimalkan potensi-potensi yang ada di desanya. Sebab, ketika berhasil mengidentifikasi, memetakan dan memaksimalkan potensi, maka akan dapat berhasil menyejahterakan masyarakatnya.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini memaparkan, bahwa banyak upaya yang dapat dilakukan Kepala Desa untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri dan sejahtera masyarakatnya. Di antaranya, melalui beberapa skema yaitu Desa Wisata, Desa Devisa, Desa UMKM, Desa Digital, dan Desa Ekonomi Kreatif.
Untuk mendorong Kepala Desa mewujudkan hal tersebut, Pemprov Jatim menyelenggarakan beberapa diklat untuk peningkatan dan penguatan SDM Kades. Di antaranya melalui Diklat Pengembangan Potensi Desa Mandiri, Diklat Aparatur Desa, Diklat Desa Digital, Diklat Desa Wisata, Sekolah Pemerintahan Desa dan One Village One CEO.
Di hadapan para kepala desa, Gubernur Khofifah mengungkapkan beberapa desa yang telah maju, mandiri dan berhasil menyejahterakan masyarakatnya. Hal ini pun berdampak pada penurunan angka kemiskinan di wilayahnya atas peran kepala desanya. Di antaranya, Desa Wisata seperti Desa Pujon Kidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, dan Desa Wedani Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik sebagai Desa Devisa.
“Misalkan Desa Pujon Kidul, setiap tahunnya mengalami kemajuan luar biasa memiliki kepala desa yang sangat hebat bisa mengikuti kemajuan yang luar biasa.
Tahun lalu saat berkunjung ke Desa Pujon Kidul, kadesnya mengatakan dua minggu sekali membuat inovasi yang berbeda-beda,” papar Khofifah.
Oleh karena itu, Gubernur Khofifah juga mendorong para Kepala Desa agar mempercepat realisasi program dana desa. Baginya, inovasi dan kreativitas menjadi kunci penting bagi kepala desa dalam memajukan daerahnya masing-masing.
“Semangat membangun desa dapat meningkatkan kesejahteraan, sehingga berdampak penurunan kemiskinan. Bulan Februari ini tolong dipercepat realisasi program dana desa,” kata dia. (SP/HD1/A1)