Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Kementerian Kominfo Blokir 21.330 Konten Radikalisme Terorisme

Bicaraindonesia.idKementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara konsisten berkomitmen untuk menindak tegas konten radikalisme terorisme di ruang digital. Ini sebagaimana diamanatkan oleh peraturan dalam perundang-undangan.

Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi dalam siaran pers resminya di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

“Penanganan konten radikalisme terorisme terus dilakukan secara berkesinambungan melalui sinergi solid antara Kementerian Kominfo, Densus 88 Polri, BNPT serta lembaga terkait lainnya,” katanya.

Sejak 2017 hingga 22 Juni 2021, Kementerian Kominfo telah memblokir 21.330 konten radikalisme terorisme yang tersebar di berbagai situs dan platform digital. “Kami juga memberikan dukungan teknis bagi Kementerian/Lembaga lain yang bertanggungjawab dalam penanganan tindak pidana terorisme,” ungkap Dedy Permadi.

Pihaknya menegaskan, bakal terus melakukan pemblokiran terhadap konten radikalisme dan terorisme. Sesuai dengan peraturan yang berlaku baik berdasarkan aduan kementerian/lembaga terkait maupun laporan masyarakat yang diterimanya.

“Upaya penyebaran informasi positif sebagai bentuk penanggulangan terhadap konten radikalisme terorisme terus kami lakukan melalui koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait,” ujarnya.

Untuk memperkokoh ketahanan masyarakat dari informasi negatif internet, termasuk konten radikalisme terorisme, pihaknya mengaku terus menggalakkan kegiatan literasi digital di 514 kabupaten/kota di 34 Provinsi seluruh Indonesia.

“Kementerian Kominfo akan terus konsisten menjaga dan mempertahankan keamanan ruang digital dari muatan radikalisme terorisme yang mengancam NKRI,” jelasnya.

Meski begitu, Dedy Permadi juga mendorong masyarakat agar melaporkan apabila setiap menemukan konten radikalisme terorisme. Laporan ini bisa disampaikan melalui kanal aduankonten.id.

“Kami mendorong publik yang menemukan konten radikalisme terorisme untuk melakukan pelaporan dengan memberikan informasi yang dibutuhkan melalui aduankonten.id serta kanal-kanal pelaporan lain yang kami siapkan,” tutupnya. (A1)

Baca Berita Lainnya:
Kirim Komentar: