Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Selama Tahun 2021, Polri Berhasil Ungkap 19.229 Kasus Narkoba dan Amankan 24.878 Tersangka

Bicaraindonesia.idSejak awal Januari 2021 hingga sekarang, sebanyak 19.229 kasus narkoba yang ada di Indonesia berhasil diungkap oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, bahwa dari kasus tersebut, sebanyak 24.878 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Selama tahun 2021 Polri telah mengungkap sebanyak 19.229 kasus narkoba dengan mengamankan 24.878 tersangka,” kata Kapolri dalam keterangaj resminya, Rabu (16/06/21).

Mantan Kapolda Banten tersebut menyatakan, dari jumlah kasus tersebut pihaknya berhasil menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 7.696 kilogram, ganja 2.100 kilogram, heroin 7,3 kilogram, tembakau gorila 34,3 kilogram, dan ekstasi 239.277 butir.

Menurut Kapolri, barang bukti yang diamankan dalam pengungkapan kasus narkoba apabila dikonversikan bernilai Rp11,66 triliun. “Nilai barang bukti yang diamankan senilai Rp11,66 triliun dan menyelamatkan 39,24 juta jiwa dari penyalahgunaan narkoba,” terang Kapolri.

Kapolri memaparkan, bahaa ada berbagai modus operandi peredaran narkoba di Indonesia. Salah satunya ialah disamarkan atau dibungkus dalam berbagai barang yang diimpor ke Indonesia. Serta, melalui metode ship to ship atau penyelundupan antarkapal melalui pelabuhan tikus.

Kapolri menjelaskan, masuknya narkoba ke Indonesia tidak terlepas dari pengaruh sindikat narkoba Internasional. Yakni, Sindikat Golden Triangle, Sindikat Golden Crescent, dan Sindikat Indonesia-Belanda.

“Penegakan hukum terhadap peredaran narkoba akan terus kami lakukan sebagai upaya pemberantasan dari hulu namun ke depan Polri akan mengupayakan dengan kegiatan Kampung Tangguh Narkoba,” jelas Kapolri.

Kapolri menambahkan, dengan pembentukan Kampung Tangguh Narkoba tersebut, bertujuan agar masyarakat memiliki daya cegah, daya tangkal, dan perang terhadap penyalahgunaan narkoba di tingkat kampung.

Kapolri berharap setelah masyarakat memiliki daya cegah dan daya tangkal, maka masyarakat akan lebih berani dalam melaporkan informasi terkait peredaran atau kasus narkoba. (Tribata/B1)

Kirim Komentar: