Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Hadapi Cuaca Ekstrem, Gubernur Khofifah Minta BPBD Proaktif Lakukan Mitigasi dan Koordinasi

Bicaraindonesia.idGubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) proaktif dalam melakukan antisipasi terhadap potensi bencana di musim hujan akibat La Nina dan Hidrometeorologi. Dia berharap, antisipasi yang dilakukan BPBD jangan sampai terlambat.

“Fenomena La Nina diikuti Hidrometeorologi yang berakibat timbulnya bencana banjir bandang, puting beliung, longsor dan banjir harus benar-benar diantisipasi dengan mitigasi yang komprehensif serta koordinasi yang efektif . Hingga bulan April curah hujan masih berpotensi  turun sangat tinggi. Waspada dan siap-siaga,” kata Gubernur Khofifah saat memimpin Apel di Kantor BPBD Jatim di Kabupaten Sidoarjo, Senin (3/1/2021). 

Orang nomor satu di Jatim itu mencontohkan, banjir lahar dingin dari Gunung Semeru yang kembali terjadi menjadi bukti bahwa perubahan iklim dan kebencanaan berlangsung secara dinamis. Oleh karenanya, mitigasi bencana, kewaspadaan menjadi sesuatu yang harus terus dikoordinasikan kepada semua pihak agar mengantisipasi terjadinya dampak bencana yang tidak kita harapkan.

Karenanya, di awal tahun 2022 ini, Gubernur Khofifah juga meminta kepada jajaran OPD di lingkungan Pemprov Jatim untuk terus bergerak merespon secara cepat apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat. Baik jajaran di bidang perdagangan, kesehatan, pendidikan hingga semua sektor untuk bergerak mengantisipasi segala hal yang dibutuhkan masyarakat. 

“Intinya adalah Mitigasi, koordinasi  dan solusi efektif dari semua pihak,” imbuhnya. 

Khusus untuk bidang pendidikan, Gubernur Khofifah secara khusus meminta agar dilakukan exercise lebih detail terhadap kesiapan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Dengan capaian vaksinasi yang sudah di atas 60  persen bagi lansia dan 70 persen bagi umum. Dia meyakini bahwa Jatim bisa segera bersiap untuk melaksanakan PTM penuh sesuai capaian vaksinasi di unit pendidikan.

“Alhamdulillah capaian vaksinasi lansia diatas 60 persen telah dicapai 29 kabupaten/ kota. Sementara vaksinasi di atas 70 persen telah dicapai 30 kabupaten/ kota. Sementara vaksinasi anak umur 6-11 tahun di atas 60 persen  telah dicapai 5 kabupaten/ kota. Maka, segera berkoordinasi dengan gugus covid-19 di semua kabupaten/kota terkait dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) segera dilakukan disertai penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan ketat,” tegasnya. 

“Tolong segera di-exercise, untuk menentukan persentase berapa persen siswa bisa masuk dalam satu rombongan belajar, berapa jam pelajaran per hari dan berapa kali dalam satu minggu. Semua harus di detailkan,” imbuhnya. 

Dalam arahannya itu, Gubernur Khofifah menyatakan, bahwa rencananya apel pagi akan dilakukan secara bergiliran di setiap Kantor OPD Pemprov Jatim. Hal ini disebutnya sebagai bentuk mempererat sinergitas antar OPD yang ada di jajarannya. 

“Kemarin baru turun surat edaran dari Menpan-RB, agar apel pagi dilakukan setiap minggunya di Hari Senin. Kalau tiap minggu kan bagus, kalau kita keliling agar saling silaturahmi,” pungkasnya. (SP/HD1/B1)

Baca Berita Lainnya:
Kirim Komentar: