Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Dirjen Aptika: Peretasan Akun dan Serangan Siber jadi Fenomena Global


Bicaraindonesia.idDirektur Jenderal Aplikasi Informatika, (Dirjen Aptika), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, peretasan akun atau serangan siber tidak saja terjadi di Indonesia, hal itu merupakan fenomena global.





“Ini adalah fenomena global, ini sedang terjadi perubahan yang kita sendiri gak tahu,” kaya Dirjen Aptika seperti dilansir dari laman resmi Kominfo, Kamis (27/08/2020).





Dirjen Semuel mencontohkan, sejumlah tokoh global juga pernah mengalami peretasan akun media sosialnya, salah satunya yang dialami Bill Gates beberapa waktu lalu.





“Bill Gates aja akunnya diretas setelah dia ngomong secara publik mengkritik tentang ini, kita gak tahu siapa yang melakukan, masyarakat Amerika tidak serta-merta menunjuk rezim pemerintahannya Trump,” jelasnya.





Menyoal fenomena peretasan akun, menurut Dirjen Aptika, perlu berlandaskan pada fakta dan data. Pemerintah khususnya Kementerian Kominfo juga mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama memberantas serangan siber di ruang digital.





“Ayo kita sama-sama kerja sama, kalau memang ada kejadian itu ayo kita bedah,” katanya.





Dirjen Semuel kembali menegaskan bahwa untuk menuntaskan serangan siber maka harus masuk ke dalam sistem tersebut agar dapat mengetahui setiap akun yang diretas apakah benar-benar dilakukan oleh orang lain.





“Apakah benar akunnya di-take over atau dikloning, kalau bisa dikloning bagaimana? Banyak hal yang harus dilakukan tapi kita harus berbicara berdasarkan fakta, tapi kita lihat memang sedang terjadi bukan saja di Indonesia,” imbuhnya.





Meski demikian, pihaknya menyatakan bakal terus mengamati fenomena tersebut. Bahkan bisa saja ada pihak-pihak ketiga yang mencoba untuk membenturkan antara masyarakat dan pemerintah.





“Pemerintah juga ingin memberantas kok, kalau kita gak menjaga demokrasi kan sampai saat ini kita menjaga kebebasan,” tandasnya.





Source: Kominfo
Editorial: A1


Kirim Komentar: