Bicaraindonesia.id Kementerian Sosial (Kemensos) mendorong semua elemen masyarakat, termasuk pilar-pilar sosial, untuk berkontribusi terhadap percepatan penanganan kemiskinan.

Dalam kebijakan dasar Menteri Sosial Tri Rismaharini, percepatan penanganan kemiskinan tidak hanya dengan instrumen bantuan sosial (Bansos). Namun, juga dengan meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.

Melalui rintisan usaha mandiri, kewirausahaan mikro yang dikembangkan bisa meningkatkan pendapatan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Seperti inisiatif yang dikembangkan Karang Taruna di Kota Surabaya melalui usaha cuci motor dan mobil yang dilaunching pada Minggu (19/6/2022).

Dirjen Pemberdayaan Sosial Edi Suharto yang hadir saat launching usaha cuci motor dan mobil tersebut, mengapresiasi terhadap inisiatif Karang Taruna di Surabaya. Kegiatan kewirausahaan oleh Karang Taruna ini diharapkannya membantu upaya pemerintah dalam agenda pemulihan ekonomi.

Baca Juga:  150 Pelatih Ikuti Penataran Pencak Silat Jawa Timur

“Kami mengapresiasi langkah Karang Taruna di Surabaya. Hal ini bisa membantu pemulihan ekonomi, apalagi Karang Taruna kan ada di seluruh tanah air. Usaha seperti ini juga bisa membantu meningkatkan pendapatan kaum muda yang belum memiliki kegiatan ekonomi atau mereka yang terkena PHK karena dampak pandemi,” kata Edi dalam keterangannya dikutip Minggu, (19/06/2022).

Menurut dia, sejauh ini Kemensos telah banyak memberikan bantuan kewirausahaan kepada kelompok- kelompok mikro. Edi menyatakan, dengan asesmen secara menyeluruh, Kemensos siap membantu pengembangan usaha mikro oleh masyarakat. “Apakah berupa bantuan modal atau bantuan penguatan kapasitas,” katanya.

Di sisi lain, Edi juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan semua stakeholder termasuk dengan Kemensos. Saat ini, Mensos tengah menggariskan kebijakan untuk memberikan bantuan kewirausahaan terhadap penerima bansos usia 40 tahun ke bawah.

Baca Juga:  PDIP Target Tambah Kursi DPRD Surabaya di Pemilu 2029

Dalam kesempatan sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan apresiasi dan terima kasih, baik kepada Kemensos maupun Karang Taruna di Kota Pahlawan. Dia menyatakan, Pemkot Surabaya membutuhkan sinergi dengan semua pihak untuk mempercepat penanganan kemiskinan, termasuk dengan Kemensos.

Bagi dia, bantuan Kemensos sangat membantu Pemkot Surabaya. Ada dua dampak positif dari dukungan Kemensos terhadap kegiatan kewirasusahaan sebagaimana dikembangkan Karang Taruna.

“Pertama, dapat mengurangi MBR di Surabaya. Dan kedua menciptakan lapangan pekerjaan/mengurangi pengangguran. Selain berupa usaha cuci mobil, Karang Taruna juga membangun usaha di Kampung Jahit di lokasi lain,” kata Eri Cahyadi.

Baca Juga:  Satres PPA-PPO Dibentuk, Surabaya Perkuat Perlindungan Anak dan Perempuan

Dengan kerja sama semua pihak, Eri Cahyadi berharap, usaha-usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat diakselerasi.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Pahlawan Fuad Benardi menyatakan, akan terus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Pahlawan. Usaha cuci motor dan mobil ini akan terus berproses dan dikembangkan menjadi bengkel dengan layanan lengkap.

“Kita akan menjalin kerja sama dengan semua pihak baik di Surabaya maupun dengan Kemensos dan pihak lain. Sebab, untuk dapat berkembang masih dibutuhkan bantuan, termasuk mungkin pelatihan atau dukungan penguatan kapasitas lainnya,” tutupnya. (SP/B1)