Bicaraindonesia.id, Jakarta – Industri film Indonesia mencatatkan rekor baru pada akhir 2025 dengan total penonton mencapai 80.270.000 orang hingga 31 Desember 2025. Capaian ini melampaui rekor tahun 2024 yang berada di angka 80.210.000 penonton.
Peningkatan jumlah penonton tersebut menegaskan posisi film nasional yang semakin kuat dan kompetitif di pasar domestik. Film Indonesia dinilai berhasil menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan daya saing yang terus meningkat.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengapresiasi pencapaian industri perfilman nasional sepanjang 2025 yang berhasil mencetak rekor penonton tertinggi sepanjang sejarah.
“Angka ini tidak hanya menjadi rekor baru, tetapi juga menjadi bukti ketangguhan ekosistem perfilman Indonesia,” ujar Fadli Zon dalam siaran tertulisnya di Jakarta dikutip pada Selasa (13/1/2026).
Capaian tersebut dinilai semakin bermakna karena diraih di tengah tantangan operasional bioskop akibat dinamika sosial di sejumlah wilayah sepanjang 2025. Meski demikian, antusiasme masyarakat terhadap film nasional tetap tinggi dan mampu menjaga momentum pertumbuhan industri.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, juga mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam mendukung film Indonesia.
“Dengan 201 judul film yang rilis tahun ini, kreativitas sineas kita terbukti tak terbendung. Ini adalah momentum bagi film Indonesia untuk semakin berjaya di negeri sendiri dan bersinar di kancah global,” kata Mahendra.
Sepanjang 2025, sebanyak 201 judul film Indonesia dirilis di bioskop. Dari jumlah tersebut, genre horor mendominasi dengan 90 judul, diikuti genre drama sebanyak 66 judul, serta genre lain seperti komedi, laga, dan religi.
Kinerja layanan perfilman di bawah Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (Ditjen PPPK) juga menunjukkan tren positif.
Selama Januari-Desember 2025, diterbitkan 2.732 Tanda Pemberitahuan Pembuatan Film (TPPF), dengan 54 persen di antaranya merupakan TPPF film, mencakup film pendek, film panjang, serial, dan bentuk produksi lainnya.
Selain itu, sepanjang 2025 tercatat 41.092 film dan iklan dinyatakan lulus sensor. Sebanyak 64,4 persen di antaranya merupakan karya nasional, sementara 35,6 persen merupakan produksi impor.
Berdasarkan klasifikasi usia, film dan iklan yang lulus sensor terdiri atas kategori Semua Umur (SU) sebanyak 11.930 judul, klasifikasi 13+ sebanyak 19.859 judul, klasifikasi 17+ sebanyak 8.982 judul, dan klasifikasi 21+ sebanyak 321 judul.
Pada periode yang sama, layanan Surat Rekomendasi Impor Film (SRIF) mencatat 1.038 pengajuan dari 36 perusahaan, dengan film impor berasal dari 52 negara. Amerika Serikat, India, Hong Kong, Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Prancis, Thailand, Taiwan, dan Malaysia menjadi negara asal film impor terbanyak.
Indonesia juga semakin diminati sebagai lokasi produksi film internasional. Sepanjang 2025, sebanyak 2.114 kru asing tercatat melakukan kegiatan pengambilan gambar di berbagai daerah di Indonesia.
Kementerian Kebudayaan menerbitkan 158 surat persetujuan shooting film asing, yang mencakup 80 film dokumenter, 10 iklan atau promosi, 19 reality show, 3 video edukasi, 11 film naratif, 5 film serial, 4 video musik, 1 variety show, dan 2 film pendek.
Produksi film asing tersebut melibatkan pelaku industri dari berbagai negara, dengan jumlah terbanyak berasal dari Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat, serta negara-negara lain di kawasan Asia, Eropa, dan Australia. (*/Sp/B1)

Tinggalkan Balasan