Bicaraindonesia.id, Surabaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mendirikan perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Perusahaan AMDK merk HE2O tersebut, dibangun di kawasan Jalan Bukit Darmo Golf, Putat Gede, Kota Surabaya.

Perusahaan AMDK ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Rektor ITS Mochamad Ashari pada Senin, 28 Agustus 2023.

Perusahaan ini tak hanya diresmikan untuk produksi. Akan tetapi juga sebagai model pembelajaran produk (teaching factory), serta mengentas kemiskinan di Kota Surabaya.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, rencananya AMDK akan diresmikan bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2023 mendatang.

“Insyaallah, kita rencanakan di November. Jadi pas dengan Hari Pahlawan-nya Kota Surabaya, sesuai namanya HE2O,” kata Wali Kota Eri dalam siaran tertulisnya, seperti dikutip pada Senin, 28 Agustus 2023.

Baca Juga:  7.269 Warga Korve Sungai Kalimas Surabaya

Wali Kota Eri menerangkan, berdirinya perusahaan AMDK ini bagian dari upaya pemkot untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Kota Surabaya.

Ia menyebut, bahwa pemkot akan mengelompokkan warga miskin dan pra miskin di Kota Surabaya, kemudian dijadikan sebagai distributornya.

“Nanti dijadikan satu kelompok, karena ini salah satu langkah pemkot dengan DPRD Kota Surabaya berupaya untuk mengurangi kemiskinan, yang ditopang oleh perguruan tinggi yang selalu melakukan riset dengan teknologinya,” jelasnya.

Air minum kemasan HE2O, dibuat dengan mesin berteknologi Nano yang dikembangkan oleh ITS. Selain menggunakan teknologi Nano, ITS juga memanfaatkan sumber mata air baku dari pegunungan dengan kualitas tinggi. Ke depannya, air itu akan disalurkan langsung dari pegunungan hingga ke perusahaan AMDK, oleh PT ITS Tekno Sains.

Baca Juga:  7.269 Warga Korve Sungai Kalimas Surabaya

Ke depannya, produk air minum dalam kemasan HE2O ini akan didistribusikan ke minimarket, supermarket, toko kelontong, hingga ditawarkan ke perusahaan-perusahaan. Mulai dari perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga swasta di Kota Surabaya.

“Kita pasarkan di sana, ini diproduksi menggunakan teknologi Nano yang diambil dari umbulan (pegunungan), sehingga bisa mengurangi plastik-plastik, dan tidak sampai masuk ke dalam tubuh serta banyak manfaatnya. Yang terpenting, ini (AMDK) bisa menjadi tempat Padat Karya warga miskin di Kota Surabaya,” ujarnya.

Wali Kota Eri menambahkan

Selain berdampak baik pada ekonomi warga miskin di Surabaya, Wali Kota Eri meyakini, AMDK HE2O tersebut juga berdampak baik untuk lingkungan. Sebab, kemasan yang digunakan memakai bahan plastik daur ulang yang berasal dari Bank Sampah di Surabaya.

Baca Juga:  7.269 Warga Korve Sungai Kalimas Surabaya

“Jadi plastiknya dari bank sampah, kemudian kita jual di perusahaan (AMDK). Semua wilayah ada bank sampah kota kemudian sampah plastik itu dijual di perusahaan, sehingga uang pendapatan juga akan berputar,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Rektor ITS, Mochamad Ashari mengatakan, pembangunan perusahaan AMDK merupakan salah satu wujud kontribusi ITS sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

“Perusahaan di kawasan Surabaya Barat ini direncanakan sebagai teaching factory yang akan memberikan kesempatan kepada siswa, mahasiswa maupun peneliti yang ingin belajar dalam mengembangkan lebih lanjut teknologi air minum maupun pengembangan bisnis air minum,” pungkas Ashari. ***


Editorial: A1
Source: Kominfo Surabaya