Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Tahun 2022 Diproyeksi Naik hingga 5,8 Persen

Bicaraindonesia.idPertumbuhan ekonomi Jawa Timur di tahun 2021- 2022 diproyeksikan bakal terus merangkak naik. Kenaikan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah sinergi kebijakan dan inovasi antara Pemprov Jatim, Bank Indonesia (BI) serta lembaga/instansi terkait di Jatim dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Budi Hanoto seusai acara pertemuan tahunan Bank Indonesia yang berlangsung di Gedung Grahadi, Kota Surabaya, Rabu (24/11/2021).

“Kami memperkirakan arah perekonomian Jawa Timur untuk tahun 2021, 3,2 – 4 persen. Namun tahun 2022 terus terakselerasi levelnya 5,0 – 5,8 persen di range itu. Tapi arahnya tahun 2022 naik,” kata Budi Hanoto kepada awak media.

Ia menjelaskan, bahwa kenaikan pertumbuhan ekonomi Jatim tersebut ditopang dari berbagai sektor. Pertama adalah tumbuhnya industri pengolahan atau manufaktur. Dimana Jatim sendiri merupakan leader dari sisi ekspor

“Faktor-faktornya banyak juga. Kawasan ekonomi khusus, kawasan industri halal, terus juga kawasan industri Smelter di Gresik. Itu semua faktor-faktor yang mendukung bangkitnya industri manufaktur, khususnya untuk ekspor,” jelas dia.

Selain itu, Budi menyebut, Provinsi Jatim sendiri tercatat sebagai lumbung pangan nusantara. Artinya, Jatim merupakan penghasil produk bahan-bahan pangan dan sebagainya. “Kemudian digitalisasi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim di seluruh aspek sektor ekonomi, termasuk UMKM,” lanjut Budi.

Di sisi lain, Budi juga menyatakan, sumber pendongkar ekonomi Jatim yang menjadi fokus ke depan adalah bagaimana menginklusifkan ekonomi. Yakni, dengan mengembangkan ekonomi kreatif, UMKM, ekonomi syariah dan dunia pariwisata. “Sehingga kami meyakini di tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Jatim antara 5 – 5,8 persen,” katanya.

Apalagi, ia optimis pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2022 merangkak naik karena adanya komitmen dan sinergi bersama antara pemerintah daerah, Bank Indonesia (BI) serta instansi terkait di Jatim. Utamanya, dalam upaya mendorong percepatan pemulihan ekonomi Jatim.

“Tadi sudah ada komitmen bersama, ada beberapa. Pertama mendorong, memperkuat ekosistem UMKM, dan di situ inisiatifnya adalah memperluas rumah kurasi dan juga pondok kurasi,” ucapnya

Menurut dia, insiatif tersebut bertujuan untuk mendukung 1000 produk UMKM berkurasi. Ini dilakukan untuk memberikan mutu atau level bagi kualitas produk tersebut sesuai dengan kebutuhan pasar global.

“Jadi kami mendukung perluasan rumah kurasi dan pondok kurasinya untuk mendukung programnya Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) ini 1000 produk UMKM yang terkurasi,” jelas dia.

Di samping mendukung perluasan kurasi UMKM, Budi mengungkapkan, upaya lain yang dilakukan Bank Indonesia untuk mendorong percepatan ekonomi ialah dengan membranding pasar rakyat siap digital. Inisiatif ini sudah dilakukan BI pada salah satu pasar rakyat yang ada di Kota Surabaya.

“Dari sisi ekosistem usaha kecil, juga ada inisiatif untuk membranding pasar rakyat siap digital. Kami sudah ada pilot project di pasar kapasan dan akan diperluas lagi,” kata Budi.

Dalam komitmen bersama itu, Budi juga menyatakan, jika seluruh pihak siap bersinergi dalam upaya mendorong Jatim menjadi industri halal terdepan. Bahkan, ada program peningkatan produksi sapi potong dengan memperkenalkan kandang komunal yang berencana direplikasikan ke beberapa tempat.

“Mudah-mudahan dengan quick wins (program percepatan) itu, tahun 2022 bisa menata lebih bagus lagi, perekonomian Jatim lebih baik,” pungkas dia. (KN/B1)

Kirim Komentar: