Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Antisipasi Banjir, Gubernur Khofifah Minta Check and Recheck Rumah Pompa Sungai Kemuning

Bicaraindonesia.idGubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau tiga rumah pompa aliran Sungai Kemuning di Kabupaten Sampang, Sabtu (13/11/2021). Ketiga rumah pompa itu berada di Jalan Bahagia, Jalan Delima dan Jalan Raya Panggung, Kampung Dhabhukor.

Gubernur Khofifah ingin memastikan kesiapan alat pompa air serta petugas jaga yang akan mengantisipasi potensi hujan lebat dan banjir.

“Peninjauan ini sebagai salah satu langkah mitigasi guna mengantisipasi banjir luapan Kali Kemuning yang hampir setiap tahun melanda Kabupaten Sampang,” kata Gubernur Khofifah.

Karena itu, ia mengaku sudah menginstruksikan Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jatim beserta jajarannya untuk melakukan check and recheck di semua sektor sejak Oktober lalu. “Ini betul-betul harus check and recheck. Saya sudah memerintahkan ke Ka Dinas PU SDA, bahkan jauh sebelum kita lakukan apel siaga banjir,” imbuhnya.

Saat terjadi banjir pada Desember tahun 2020 lalu, Gubernur Khofifah mengaku menemukan sejumlah persoalan. Di antaranya, pintu air tidak terbuka karena fiber opticnya hilang, hingga genset dan aki yang tidak berfungsi.

Untuk itu, ia juga meminta langkah cepat baik dari provinsi maupun pemerintah daerah setempat untuk terus melakukan mitigasi dan cek secara berkala.

“Saya minta untuk memastikan agar rumah pompa bisa berjalan dengan baik. Walau masih ada genset yang harus dilengkapi di sini, mudah-mudahan bisa membantu proses percepatan sirkulasi air,” ujarnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menilai, bahwa keberadaan rumah pompa ini sangatlah vital. Tak hanya sebagai pusat pengatur sirkulasi air untuk mencegah banjir, namun juga sirkulasi air pertanian.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah meminta kewaspadaan dari semua pihak untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini sebagaimana menindaklanjuti prediksi dari BMKG, dimana Fenomena La Nina akan melanda pada penghujung tahun 2021.

“Warning semacam itu harus tetap menjadi catatan tersendiri untuk tetap waspada. Utamanya untuk check and recheck proses-proses yang bisa membantu sirkulasi air,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari Dinas PU SDA Provinsi Jatim, penanganan banjir Sungai Kemuning dilaksanakan bersama antara pemprov dengan Kementerian PUPR.

Pada Tahun 2021, kondisi lima stasiun pompa di Sungai Kemuning, empat di antaranya telah dilakukan pemeliharaan rutin. Sedangkan satu unit pompa sedang di overhaul atau pemeliharaan berat. Akan tetapi, fungsi stasiun pompa tersebut masih dapat beroperasi karena untuk sementara disiapkan genset dan pompa mobile.

Sedangkan pekerjaan yang dilaksanakan APBN pada tahun 2021, sedang dikerjakan perkuatan tebing dengan beton pancang sepanjang 2.350 meter, rehabilitasi dan pemasangan pintu air sebanyak delapan buah. (SP/HD1/A1)

Kirim Komentar: