Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Pemerintah Kembali Gulirkan Bantuan Subsidi Upah bagi Pekerja atau Buruh

Bicaraindonesia.idKementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hingga saat ini masih terus mematangkan kebijakan penyaluran bantuan pemerintah berupa Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja/buruh di tahun 2021 ini.

Kebijakan penyaluran BSU 2021 yang diluncurkan ke publik pada Rabu (21/7/2021) malam, diharapkan dapat membantu masyarakat selama kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menegaskan, kebijakan ini sebagai upaya membantu mengatasi dampak sektor ketenagakerjaan akibat pandemi COVID-19. Khususnya, di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Upaya ini tidak lain agar tingkat pengangguran dan kemiskinan akibat pandemi dapat kita tekan,” kata Menaker Ida Fauziyah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Sebagai salah satu pelaksana program
Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sejak tahun 2020 lalu, pihaknya telah menggulirkan empat program PEN dan menyentuh langsung sektor ketenagakerjaan di Indonesia.

Menaker menyebut, pertama adalah program BSU yang telah diberikan kepada 12,2 juta orang. Kedua, program kartu pra kerja yang menyasar pada 5,5 juta orang. Ketiga, program bantuan produktif usaha mikro yang mencapai 12 juta orang. Dan keempat, berbagai program padat karya di Kementerian/Lembaga yang menyasar 2,6 juta orang.

“Keempat program tersebut merupakan wujud keseriusan Kemnaker sebagai salah satu pelaksana program PEN yang terus berupaya keras menanggulangi dampak pandemi COVID-19 di sektor ketenagakerjaan,” kata Menaker Ida.

Menaker Ida Fauziyah mengungkapkan, pihaknya juga banyak meluncurkan program dalam penanganan dampak COVID-19 pada tahun 2020 lalu. Yakni, pelatihan vokasi dengan metode blended training yang mencapai 121 ribu orang, pelatihan peningkatan produktivitas bagi 11 ribu tenaga kerja, serta sertifikasi kompetensi yang mencapai hampir 750 ribu orang.

Selain itu, program lainnya yakni terkait jaring pengaman perluasan kesempatan kerja seperti program wirausaha, padat karya, dan inkubasi bisnis yang total mencapai 322 ribu orang. Tak ketinggalan, Kemnaker juga melakukan jejaring kerja sama penempatan tenaga kerja di tengah pandemi, dengan berhasil menempatkan 948 ribu tenaga kerja di dalam maupun di luar negeri.

“Jika kita total upaya pemerintah memitigasi dampak pandemi di sektor ketenagakerjaan tadi jumlahnya bisa mencapai 34,6 juta orang, melebihi penduduk usia kerja terdampak COVID-19, yang menurut survei BPS mencapai 29,12 juta orang,” ujar Menaker Ida.

Menaker Ida menjelaskan, untuk memastikan investasi dapat menyerap tenaga kerja secara optimal, maka pemerintah telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberikan perizinan investasi. Ini diperlukan agar investasi yang bisa dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan dan keunggulan karakteristik masing-masing daerah, serta bisa memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan termasuk, dalam hal penyerapan tenaga kerja.

“Pemerintah juga menjalankan strategi kolaborasi lintas sektoral dalam hal pengembangan investasi yaitu dalam pelaksanaan proyek-proyek strategis
nasional yang dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai K/L. Misalnya program pengembangan daerah pariwisata super prioritas, Kemnaker melalui BLK ikut terlibat dalam pengembangan kualitas SDM pekerja yang ada,” tutupnya. (A1)

Kirim Komentar: