Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Aplikasi TeLe ApIK, Dokter Spesialis Datang Tepat Waktu


Bicaraindonesia.idAplikasi berbasis online TeLe ApIK yang bertujuan memudahkan masyarakat mendapat informasi pelayanan dokter spesialis datang tepat waktu, membuat Pemprov Jateng menerima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019.





Plt Direktur RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto, Yunita Dyah Suminar mengatakan, pasien-pasien RS Margono yang tempat tinggalnya jauh, perlu informasi jelas tentang kapan waktu dokter kesayangan mereka praktek menjadi faktor utama dibuatnya aplikasi itu.





“Kita memikirkan waktu pelayanan pasien supaya tidak seharian di RS. Saya membayangkan yang sakit adalah pekerja. Kalau pelayanannya lama, mereka tidak bisa melakukan aktifitas lain. Dengan aplikasi berbasis android, mereka bisa mengakses dengan mudah, dimana saja, kapan saja,” kata Yunita, Rabu (16/10/19).





Sistem TeLe ApIK ini dipantau secara langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, serta BKD (Badan Kepegawaian Daerah) yang akan melihat soal kedisiplinan karyawan. Sealin itu, sistem ini juga dipantau Direktur RSMS untuk mengetahui kinerja para dokter.





Menurut Yunita, setelah inovasi ini diterapkan, komitmen dokter spesialis yang datang tepat waktu pun meningkat. Jika sebelumnya hanya 20 persen, naik menjadi 88,98 persen.





Selain itu, pasien juga dapat memantau antrean secara realtime melalui web maupun android. Angka komplain pasien dari rata-rata 18 orang, turun menjadi 3 orang saja.





Sedangkan kepuasan pasien juga meningkat, dari 76 persen menjadi 85,27 persen. Jumlah pasein juga naik 20,59 persen dan pendapatan RS naik 16,64 persen. Waktu tunggu anamnesa yang sebelumnya lebih dari dua jam, menjadi kurang dari 60 menit.





Yunita mengungkapkan, konsep itu kini telah direplikasi oleh beberapa RS di Indonesia. Seperti RSUD Langsa Aceh, RSUD Moh Sani Karimun Riau, RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro Lampung, RSUD Pasar Rebo Jakarta, RSUD Dr Soehadi Sragen, dan RSUD Dr Koesma Tuban.





“Tentu kami bersyukur banyak RS tertarik untuk mereplikasi walaupun tetap dengan model ATM (Amati Tiru dan Modifikasi) karena pasti akan disesuaikan dengan struktur dan kultur RS tersebut,” pungkasnya.


Kirim Komentar: