Bicaraindonesia.id, Surabaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri silaturahmi dan safari Ramadan bareng KSPSI di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Selasa (10/3/2026). Dalam kesempatan itu, Kapolri mengajak elemen buruh untuk bersatu padu menghadapi dinamika situasi global.

“Dalam kesempatan silaturahmi ini, saya mengajak teman-teman serikat buruh khususnya dari KSPSI untuk selalu waspada dan kita juga bersatu menghadapi situasi kondisi global,” kata Sigit dalam keterangannya dikutip pada Rabu (11/3/2026).

Dinamika global yang terjadi belakangan ini berpotensi melahirkan dampak ke dalam negeri. Sebab itu, Sigit menegaskan, buruh dan seluruh elemen masyarakat harus menjaga nilai persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, guna melewati segala bentuk tantangan.

Baca Juga:  Kapolri Pastikan Polri Siaga Bencana Demi Kelancaran Mudik 2026

“Oleh karena itu tentunya, menghadapi kondisi seperti ini seluruh elemen bangsa, pemerintah, masyarakat dan khususnya, teman-teman buruh, kita semua harus solid menghadapi situasi yang ada,” ujar Sigit.

Sigit mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto terus melakukan upaya kuat untuk mendorong terjadinya perdamaian dunia. Karenanya, Sigit menekankan, perlu adanya semangat bersama untuk mendukung hal tersebut.

“Sehingga kemudian upaya-upaya yang dilakukan pemerintah saat ini untuk bisa melakukan berbagai macam upaya untuk melaksanakan diplomasi perdamaian, upaya untuk menjaga agar ekonomi kita tetap terjaga,” ucap Sigit.

Baca Juga:  KONI Jatim dan Jepang Bahas Kerja Sama Pengembangan Atlet

Di sisi lain, kata Sigit, Pemerintah juga terus mendorong agar Indonesia bisa mewujudkan swasembada pangan dan energi. Dan, menurut Sigit, kemandirian bangsa ini bisa terwujud dengan semua bersatu padu.

“Ini terus digelorakan sehingga kita bisa berdiri di atas kaki sendiri. Dan untuk bisa melakukan ini semua tentunya butuh kekompakan. butuh persatuan, butuh kebersamaan dari seluruh elemen bangsa,” papar Sigit.

Lebih dalam, Sigit meyakini bahwa, dengan nilai persatuan dan kesatuan, Indonesia akan bisa menghadapi segala bentuk tantangan yang terjadi di dalam negeri.

Baca Juga:  Tarung Derajat Masuk PON 2028, Jatim Bidik Juara Umum

“Kita pernah menghadapi situasi sulit. Beberapa tahun yang lalu, kita menghadapi situasi Covid. Indonesia sempat terpuruk, kondisi ekonominya kita pernah minus. Namun dengan semangat bersama kita bersatu menghadapi itu ekonomi kita bisa tumbuh kembali,” tutup Sigit. (*/Hum/A1)