Bicaraindonesia.id, Surabaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Polrestabes Surabaya menegaskan komitmen memperkuat kolaborasi dalam perlindungan anak dan perempuan.

Komitmen tersebut ditandai dengan dibentuknya Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polrestabes Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pembentukan Satres PPA-PPO menjadi langkah penting untuk memperkuat program perlindungan perempuan dan anak di Kota Surabaya.

“Alhamdulillah di Polrestabes sekarang itu ada Kasat (Kepala Satuan) baru yang berhubungan dengan perempuan dan anak. Sehingga nanti program kita untuk perempuan dan anak itu bisa lebih masif lagi,” ujar Eri Cahyadi dalam keterangan persnya dikutip pada Sabtu (24/1/2026).

Eri pun menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pelantikan Kepala Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya yang baru.

Baca Juga:  150 Pelatih Ikuti Penataran Pencak Silat Jawa Timur

“Saya matur nuwun (terima kasih) Pak Kapolres, karena hari ini baru dilantik Kasat-nya. Semoga dengan (Satres) perempuan dan anak ini, akan ada perlindungan anak dan perempuan lebih masif di Kota Surabaya,” katanya.

Ia juga menjelaskan, Pemkot Surabaya memiliki program khusus untuk membantu perempuan pengemudi ojek online (ojol) agar tidak membawa anak saat bekerja karena berisiko membahayakan keselamatan.

“Kita juga punya program agar perempuan-perempuan yang ojol, kami bisa berikan bantuan agar anaknya tidak diajak untuk bekerja,” jelasnya.

Eri menuturkan, program tersebut berawal dari temuan seorang pengemudi ojol yang membawa anaknya saat bekerja.

“Pada waktu itu Pak Kapolres (sedang) makan, ada driver Ojol yang kehilangan helm. Ditanyalah sama Pak Kapolres, nah ternyata (driver itu) juga mengajak putranya,” tuturnya.

Baca Juga:  Kapolri Launching Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres

Menurutnya, anak tersebut masih berusia empat tahun dan berpotensi mengalami bahaya jika terus diajak bekerja di jalan.

“Ketika mengajak putranya, maka kita berkoordinasi, anak ini tadi saya panggil ibunya agar tidak lagi membawa anaknya bekerja, kan bahaya,” katanya.

Sebagai solusi, Pemkot Surabaya kemudian memfasilitasi pendidikan dan penitipan anak bagi pengemudi ojol tersebut.

“Anaknya umur 4 tahun. Alhamdulillah kita sekolahkan di PAUDnya pemerintah kota, yang kita juga ada penitipan,” ujarnya.

Ke depan, Pemkot Surabaya akan berkolaborasi dengan Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya untuk memberikan imbauan kepada pengemudi ojol perempuan agar tidak membawa anak saat bekerja.

“Sehingga saya juga menyampaikan untuk Kepala Dinas Perempuan dan Anak, nanti dengan Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya agar mengundang seluruh ojol wanita untuk memberikan imbauan agar tidak mengajak anak saat bekerja,” katanya.

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya Gelar Bazar Pengembalian 1.050 Motor Hasil Curanmor

Ia menyebutkan, Pemkot Surabaya telah menyiapkan fasilitas penitipan anak, khususnya bagi pengemudi ojol perempuan, guna memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi anak.

“Pemerintah kota akan berkolaborasi untuk itu, baik sekolahnya maupun penitipan anaknya. Sehingga anak ini akan merasakan kenyamanan dan ketenangan dan tidak bahaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan kesiapan jajarannya mendukung penuh program Pemkot Surabaya melalui kolaborasi Satres PPA-PPO.

“Tentu saya akan minta untuk Bu Kasat yang baru agar segera berkolaborasi dengan timnya Pak Wali Kota dalam rangka mendukung program beliau. Untuk menciptakan Kota Surabaya yang ramah anak dan perempuan,” pungkas Luthfie. (*/An/A1)