Bicaraindonesia.id, Surabaya – Gerakan pemberdayaan UMKM bertajuk “Pejuang Ekonomi” resmi diluncurkan di Surabaya. Kegiatan ini ditandai dengan acara syukuran dan pelatihan perdana yang digelar di Historisma, Jalan Bratang Binangun No. 17, Surabaya.
Acara yang berlangsung pada Minggu (18/01/2026) pukul 10.00 hingga 16.00 WIB tersebut diikuti puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai sektor di Surabaya.
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, menegaskan pentingnya peran UMKM dalam menggerakkan perekonomian nasional. Menurutnya, dinamika dunia usaha menuntut pelaku UMKM untuk terus beradaptasi.
“Satu hal yang musti dipahami ketika kita menjadi pelaku UMKM, dunia usaha itu dinamis atau cepat berubah, jadi pelatihan dan pendampingan untuk pelaku UMKM semacam ini sangat dibutuhkan,” kata Fuad dalam sambutannya.
Kegiatan semakin menarik dengan kehadiran Wali Kota Surabaya periode 2010-2015 dan 2015-2020, Tri Rismaharini, yang menyapa peserta melalui video call.
Dalam arahannya, Risma mendorong pelaku UMKM agar tidak takut memulai usaha dari nol dan mampu melihat peluang di tengah perubahan ekonomi.
“Ibu/bapak sekalian jangan berfikir atau sambat, biasanya seperti ini atau dulu itu begini. Sekarang ekonomi terus berubah, jadi ibu/bapak harus bisa melihat peluang kedepan,” ujar Risma.
Mantan Menteri Sosial (Mensos) RI tersebut juga menekankan pentingnya memulai usaha dari skala kecil tanpa rasa malu.
“Usaha itu dimulai dari yang kecil dulu. Ibu/bapak jangan malu kalau jualan di pinggir jalan, karena suatu saat nanti usaha itu bisa besar dan naik kelas. Banyak yang sudah membuktikan,” imbuh Risma.
Sementara itu, Ketua Panitia Bari Taru Fridhata menjelaskan gerakan Pejuang Ekonomi lahir dari kebutuhan pelaku UMKM dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.
Melalui program pelatihan ini, peserta dibekali berbagai keterampilan penting, mulai dari manajemen usaha, pemasaran digital, hingga strategi pengembangan bisnis agar UMKM dapat naik kelas.
“Inisiatif ini diharapkan melahirkan lebih banyak Pejuang Ekonomi yang mandiri dan berdaya saing tinggi di Surabaya,” terang Baru Tanu.
Dengan dukungan berbagai tokoh, termasuk Fuad Benardi dan Tri Rismaharini, pihaknya berharap gerakan Pejuang Ekonomi mampu menjadi penggerak pertumbuhan UMKM, khususnya di Surabaya dan Jawa Timur.
“Peserta bertekad menerapkan ilmu yang didapat untuk mengukuhkan posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia,” pungkasnya. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan