Bicaraindonesia.id, Surabaya Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur mencatatkan capaian tertinggi di Pulau Jawa pada bulan Desember 2025. Selain itu, Jawa Timur juga mencatat kenaikan NTP sebesar 3,95 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP Jawa Timur pada Desember 2025 mencapai angka 118,96. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya daya beli petani serta kondisi ekonomi sektor pertanian yang semakin membaik.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menuturkan, capaian NTP Jatim bulan Desember merupakan yang terbaik sepanjang tahun 2025, sekaligus tertinggi di Pulau Jawa.

Baca Juga:  Dukung Target Walkot Eri Cahyadi, PMI Surabaya Jemput Bola Donor Darah hingga Kampung

“Ini menjadi indikator positif bahwa pendapatan petani kita terus meningkat dan kesejahteraan mereka semakin membaik,” ujar Khofifah dalam keterangan persnya di Surabaya dikutip pada Jumat (9/1/2026).

Khofifah menjelaskan peningkatan NTP Jawa Timur tidak lepas dari berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Program Jatim Agro. Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan dengan menjaga stabilitas harga komoditas pertanian, meningkatkan produktivitas, serta melindungi petani dari fluktuasi harga input produksi.

Menurutnya, upaya dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penguatan produksi di hulu, perbaikan tata niaga, hingga pengendalian inflasi pangan daerah.

Baca Juga:  Ground Breaking SRRL Dimulai 2027, Didukung Jerman dan Uni Eropa

“Kami terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pertanian melalui fasilitasi alat dan mesin pertanian, penguatan kelembagaan petani, asuransi petani, serta pengembangan hilirisasi agro agar nilai tambah dapat dinikmati langsung oleh petani,” jelasnya.

Khofifah menegaskan tingginya NTP Jawa Timur sejalan dengan peran strategis provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional. Capaian tersebut juga menjadi bukti bahwa sektor pertanian tetap menjadi penopang utama perekonomian daerah di tengah tantangan ekonomi global.

“Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan peningkatan NTP, sehingga kesejahteraan petani dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan,” pungkas Khofifah. (*/Pr/C1)