Bicaraindonesia.id, Surabaya – Kepedulian warga Kota Surabaya terhadap korban bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatra terus mengalir. Meski Posko Peduli Bencana di Balai Kota Surabaya resmi ditutup, bantuan kemanusiaan dari kalangan pengusaha, yayasan, dan komunitas masih diterima hingga Jumat (19/12/2025).
Bantuan yang disalurkan berupa logistik dan dana untuk penanggulangan bencana. Jenis bantuan meliputi beras, karpet, sarung, pembalut wanita, serta dana tunai.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan meskipun posko telah ditutup, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tetap memfasilitasi penerimaan dan penyaluran bantuan yang masuk.
“Walaupun posko sudah kami tutup Kamis malam, bantuan masih terus berdatangan. Hari Jumat merupakan tahap akhir penerimaan, setelah itu akan segera kami kirimkan ke Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara,” ujar Eri, Sabtu (20/12/2025).
Eri menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan dengan berkoordinasi langsung bersama pemerintah daerah setempat agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Bantuan dalam bentuk dana akan kami transfer ke rekening masing-masing pemerintah daerah paling lambat Senin, 22 Desember 2025. Langkah ini diambil karena Pemda lebih memahami kebutuhan nyata di lapangan,” kata Eri.
“Kami pun menjalin komunikasi langsung dengan wali kota dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan kelancaran prosesnya,” tambahnya.
Berdasarkan data hingga Jumat (19/12/2025), total bantuan yang berhasil dihimpun Pemkot Surabaya mencapai Rp8.953.185.818.
Jumlah tersebut terdiri atas bantuan barang logistik yang telah dikirim ke daerah terdampak maupun yang masih tersimpan di Gudang Hitec dengan nilai Rp1.253.843.712. Selain itu, dana tunai yang siap ditransfer tercatat sebesar Rp4.500.086.106.
“Bantuan ini bukan dari wali kota atau Pemkot Surabaya, melainkan murni dari warga, pengusaha, dan yayasan di Surabaya. Tugas kami hanya menyalurkan dan memastikan bantuan sampai kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” tegasnya.
Eri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan solidaritas kemanusiaan.
“Semoga Surabaya senantiasa dijauhkan dari bencana karena masih banyak warga dan pengusaha yang berbuat baik serta peduli terhadap sesama,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menjelaskan donasi berasal dari dua sumber utama, yakni donasi tunai dan transfer langsung ke rekening Bangga Surabaya Peduli (BSP) serta melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya.
Selain bantuan dana, Pemkot Surabaya juga menerima bantuan logistik dengan total berat mencapai 16.102,6 kilogram yang tersimpan di Gudang Hitec.
Logistik tersebut terdiri atas beras, mi instan, minyak goreng, gula, susu, perlengkapan balita, perlengkapan mandi, pakaian, selimut, obat-obatan, hingga paket sembako siap distribusi.
“Seluruh data logistik telah melalui proses pendataan dan stok opname terakhir pada Kamis malam,” pungkas Irvan. (*/Pr/C1)

Tinggalkan Balasan