Bicaraindonesia.id, Surabaya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar Konferensi Daerah (Konferda) sebagai forum konsolidasi strategis partai sekaligus penentuan kepemimpinan dari tingkat DPD hingga DPC kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Agenda ini menjadi bagian dari proses regenerasi serta penataan organisasi internal partai.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, menilai Konferda memiliki posisi penting dalam memperkuat konsolidasi ideologis dan meneguhkan jati diri PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik.

“Konferensi dan konvensi ini adalah momentum partai untuk konsolidasi sekaligus menegakkan PDI Perjuangan sebagai partainya wong kecil. Turun ke bawah, bonding dengan rakyat dan akar rumput, untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat,” ujar Djarot usai pembukaan Konferda PDIP Jawa Timur di Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu (20/12/2025).

Baca Juga:  PDIP Target Tambah Kursi DPRD Surabaya di Pemilu 2029

Dalam kesempatan yang sama, Djarot mengajak seluruh kader melakukan refleksi diri dan menunjukkan empati terhadap bencana alam yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

“Ini momen yang sangat tepat bagi partai dan kita semua untuk mawas diri, menyikapi keprihatinan atas bencana alam yang terjadi di beberapa provinsi tersebut,” katanya.

Djarot juga menegaskan komitmen PDI Perjuangan dalam menjaga hak demokratis rakyat, terutama hak memilih pemimpin secara langsung.

“Pada prinsipnya, kami akan menjaga hak rakyat untuk memilih langsung pemimpinnya. Karena yang tersisa dari rakyat itu hanya suaranya, dan itu pun lima tahun sekali. Kalau itu sampai diambil, keterlaluan,” tegasnya.

Menanggapi isu pergantian Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Djarot menyebut proses konsolidasi internal hampir selesai dan tinggal menunggu tahapan pemilihan pimpinan daerah.

Baca Juga:  PDIP Tetapkan Tiga Prioritas Politik 2026, Fokus Akar Rumput dan Kaderisasi

“Tugas konsolidasi sudah hampir selesai. Tinggal momentum untuk memilih ketua DPD,” ujarnya.

Ia juga menanggapi polemik Peraturan Kapolri yang dinilai bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi terkait jabatan sipil bagi anggota Polri aktif. Menurut Djarot, partainya mengikuti pandangan tokoh reformasi hukum nasional.

“Kita ikut saja apa kata Pak Mahfud MD. Mereka bagian dari tim reformasi Polri, dan saya kira pandangan itu sudah benar,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menekankan bahwa semangat juang dan keberanian untuk turun langsung ke masyarakat harus menjadi karakter utama seluruh kader.

“Fighting spirit, tidak masuk zona nyaman, dan terus turun ke bawah adalah jati diri PDI Perjuangan. Konfercab dan Konferda ini menjawab kritik bahwa partai tidak lagi dekat dengan rakyat,” ujar Hasto.

Baca Juga:  PDIP Target Tambah Kursi DPRD Surabaya di Pemilu 2029

Hasto juga menyampaikan langkah konkret PDI Perjuangan dalam penanganan bencana alam. Melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), partai kembali mengirimkan gelombang keempat bantuan kemanusiaan ke Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, yang diperkuat dengan Kapal KRI Laksamana Malahayati.

“Skala prioritas bangsa dan negara hari ini adalah membantu rakyat yang tertimpa musibah. Kerusakan ekologis ini harus mengubah desain kebijakan kita dalam merawat pertiwi,” pungkas Hasto.

Konferda PDI Perjuangan Jawa Timur menjadi agenda strategis dalam menentukan arah konsolidasi partai ke depan, sekaligus mencerminkan dinamika politik internal menjelang agenda-agenda nasional berikutnya. (*/Dap/A1)