Bicaraindonesia.id, Bandung – Menjelang musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat langkah mitigasi bencana melalui pembenahan drainase, pembangunan kolam retensi hingga pengoperasian rumah pompa. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir, genangan, dan longsor di wilayah rawan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapsiagaan warga.

“Pemkot Bandung tengah besar-besaran memperbaiki sistem drainase hingga akhir tahun ini sebagai bagian dari solusi struktural. Kami juga menyiapkan kanal baru, kolam retensi, pelebaran saluran, dan sumur imbuhan dalam agar aliran air tidak lagi tersendat di kawasan padat permukiman,” ujar Farhan dalam keterangan tertulis dikutip pada Sabtu (1/11/2025).

Baca Juga:  Polisi Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis di Kota Cirebon

Ia juga menegaskan larangan keras terhadap pembangunan liar di bantaran sungai yang mempersempit aliran air dan memperburuk banjir.

“Banyak saluran tersumbat bahkan tertutup bangunan. Itu tidak boleh dibiarkan. Penertiban akan dilakukan agar sistem air kembali normal,” katanya.

Selain infrastruktur, Farhan meminta setiap RW mengaktifkan relawan siaga bencana, sistem peringatan dini, dan ronda lingkungan sebagai langkah preventif menghadapi cuaca ekstrem.

“Drainase bisa kita benahi bertahap, tetapi kewaspadaan warga harus berjalan mulai sekarang,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menambahkan bahwa Pemkot telah menempatkan 27 titik rumah pompa di wilayah rawan banjir dan mengoperasikan 15 kolam retensi, dengan target total mencapai 30 titik pada tahun 2025.

Baca Juga:  Polisi Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis di Kota Cirebon

“Tahun depan kami anggarkan dua kolam retensi tambahan. Sejauh ini, kolam yang sudah beroperasi terbukti mengurangi genangan secara signifikan,” jelasnya.

Untuk menjaga kelancaran saluran air, Pemkot juga menggencarkan Program ‘Mapag Hujan’, yakni kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam membersihkan saluran air.

“Kita libatkan warga agar drainase tetap bersih. Ini bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tambah Erwin.

Selain itu, Dinas Pertamanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) melakukan uji kekuatan dan perawatan pohon tua di ruas jalan utama guna mencegah tumbang akibat angin kencang.

“Kami fokus pada jalan-jalan seperti Sudirman dan kawasan Balai Kota yang banyak pohon tua. Pemeriksaan rutin terus dilakukan,” ujar Erwin.

Baca Juga:  Polisi Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis di Kota Cirebon

Kepala Bidang Drainase dan Trotoar Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Kiki Rosani Rifqi, menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025 Pemkot telah merehabilitasi 10.101,6 meter drainase dari target 14.657 meter serta membangun 1.606 meter drainase baru dari target 3.928 meter.

“Total panjang drainase yang kini berfungsi optimal sudah mencapai 282.349 meter,” ujarnya.

Pekerjaan difokuskan di kawasan genangan tinggi seperti Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik Endah, Sukapura, Terusan Jakarta, Leuwipanjang, dan Ir. H. Djuanda, dengan dukungan anggaran 2025 sebesar Rp34,53 miliar.

“Kami mohon dukungan warga untuk tidak membuang sampah ke saluran air. Drainase akan berfungsi baik jika kebersihannya dijaga bersama,” tandas Kiki. (*/Pr/C1)