Bicaraindonesia.id, Yahukimo – Personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) 2025 melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait insiden penyerangan terhadap guru honorer dan tenaga kesehatan (nakes), serta pembakaran fasilitas publik di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (24/3/2025).
Olah TKP dilakukan di tiga lokasi utama, yaitu kompleks perumahan guru SD Advent Anggruk, gedung RS Efata Angguruk, dan sekolah tempat pengrusakan ruang kelas.
Tim gabungan juga mengevakuasi korban luka dan korban meninggal dunia ke RS Efata, sebelum dipindahkan ke Dekai, Yahukimo.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan bahwa olah TKP menjadi bagian penting dalam penyidikan berbasis Scientific Crime Investigation untuk mengungkap peristiwa pidana secara akurat.
“Olah tempat kejadian perkara dilaksanakan untuk membuat terang suatu peristiwa pidana sebagai bagian dari scientific crime investigation,” ujar Brigjen Faizal dalam keterangan resmi dikutip pada Rabu (26/3/2025).
“Sehingga kami dapat mengumpulkan barang bukti, keterangan saksi di lapangan, untuk dapat mengetahui bagaimana peristiwanya dan siapa pelaku. Dari olah TKP ini nantinya akan menjadi dasar pembuktian dalam proses penyidikan selanjutnya,” imbuhnya.
Dari hasil olah TKP, diketahui bahwa penyerangan terjadi selama dua hari berturut-turut, yaitu Jumat (21/3) dan Sabtu (22/3).
Kelompok pelaku yang berjumlah sekitar 15 orang menyerang guru-guru honorer menggunakan senjata tajam dan membakar dua rumah dinas guru. Bahkan, merusak juga merusak tujuh ruang kelas sekolah, serta menganiaya dan membunuh seorang guru.
Korban ditemukan dengan sejumlah luka parah. Di antaranya luka robek di leher, luka tusuk di pinggang, serta patah tulang terbuka di tangan.
Selain itu, tujuh korban lainnya mengalami luka berat dan ringan akibat penganiayaan menggunakan senjata tajam.
Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh situasi.
Ia juga meminta masyarakat berperan aktif dalam memberikan informasi terkait keberadaan pelaku.
“Kami mengajak masyarakat di Yahukimo dan sekitarnya untuk tetap waspada, tidak terpancing provokasi, dan segera melapor jika memiliki informasi tentang keberadaan para pelaku. Peran aktif masyarakat akan sangat membantu dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” imbau Kombes Yusuf.
Dalam kegiatan olah TKP tersebut, tim gabungan berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti. Termasuk serpihan kaca, bilah parang dan pisau terbakar, serta sampel material bangunan yang hangus.
Beberapa saksi juga telah dimintai keterangan untuk memperkuat proses penyelidikan.
Hingga kini, personel Ops Damai Cartenz masih melakukan penjagaan dan pemantauan intensif di Distrik Anggruk untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan lanjutan.
Polri menegaskan komitmennya untuk hadir dan melindungi masyarakat di wilayah Pegunungan Papua dari aksi kekerasan. (*/Hum/A1)