Bicara IndonesiaBicara Indonesia
  • Beranda
  • Bicara Nasional
    • Bicara Pemerintah
    • Bicara Politik
    Bicara NasionalShow More
    Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto | Sumber Foto: Divhum Polri
    Presiden Perintahkan TNI-Polri Ambil Langkah Tegas Atasi Aksi Anarkis
    Sabtu, 30 Agu 2025
    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto | Sumber Foto: IG/ @91agussubiyanto
    Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi, Ajak Jaga Persatuan Bangsa
    Sabtu, 30 Agu 2025
    dok. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan | Sumber Foto: Hum Kemenko Polkam
    Menko Polkam Pastikan Investigasi Terkait Wafatnya Driver Ojol Dilakukan Transparan
    Sabtu, 30 Agu 2025
    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keterangannya di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jumat, 29 Agustus 2025 | Foto: Biro Pers Setpres
    Presiden Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Ojol Saat Demo
    Jumat, 29 Agu 2025
    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko | Foto: dok. Div Hum Polri
    Mabes Polri Minta Polsek hingga Polda Lindungi Wartawan Saat Bertugas
    Kamis, 28 Agu 2025
  • Bicara Ekonomi
  • Bicara Edunesia
  • Bicara Hankam
  • Bicara Lifestyle
  • Bicara Foto
  • Indeks
Reading: Jelajahi Pesona Megalitikum Sulawesi Tengah, Negeri Seribu Megalit
Share
Bicara IndonesiaBicara Indonesia
  • Beranda
  • Bicara Nasional
  • Bicara Ekonomi
  • Bicara Edunesia
  • Bicara Hankam
  • Bicara Lifestyle
  • Bicara Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Bicara Global
    • Bicara Peristiwa
    • Bicara Hukrim
    • Bicara Kementerian
    • Bicara BUMN
    • Bicara Lembaga
    • Bicara Energi
    • Bicara Maritim
  • Kategori
    • Bicara Wisata
    • Bicara Komunitas
    • Bicara Olahraga
    • Bicara Misteri
    • Bicara Khazanah
    • Bicara Jatim
    • Bicara Jateng
    • Bicara Jabar
Follow US
  • Tentang
  • Editorial
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Informasi Iklan
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Copyright 2019-2025 - Bicaraindonesia.id
Bicara Sejarah

Jelajahi Pesona Megalitikum Sulawesi Tengah, Negeri Seribu Megalit

Provinsi Sulawesi Tengah menyimpan kisah peradaban megalitikum yang mengungkap misteri zaman sebelum penanggalan Masehi diberlakukan

Redaktur
Laporan: Redaktur
Senin, 29 Jul 2024
Share
5 Min Read
Batu Pallindo di Lembah Bada, Poso, Sulawesi Tengah | Foto: dok. Dinpar Sulawesi Tengah
Batu Pallindo di Lembah Bada, Poso, Sulawesi Tengah | Foto: dok. Dinpar Sulawesi Tengah
Ad imageAd image

BicaraIndonesia.id – Sulawesi Tengah, yang dikenal sebagai Negeri Seribu Megalit, menyimpan jejak peradaban pra-aksara yang unik dan misterius. Batu-batu besar yang tersebar di lembah-lembahnya menjadi saksi bisu sejarah ribuan tahun yang lalu.

Kekayaan Budaya Megalitikum

Indonesia kaya dengan peninggalan budaya dari zaman batu besar atau megalitikum, sering disebut sebagai era pra-aksara. Era ini ditandai oleh kebiasaan masyarakat menghasilkan budaya berupa batu berukuran besar sebagai bentuk kepercayaan terhadap roh nenek moyang.

Beberapa peninggalan budaya megalitikum di antaranya menhir atau batu tegak sebagai wadah pemujaan atau penanda kuburan.

Selain itu, ada dolmen, meja batu besar yang ditopang oleh batu-batu lebih kecil sebagai kaki. Sarkofagus, wadah dengan penutup yang berfungsi sebagai tempat penyimpan jasad, juga ditemukan, mirip dengan waruga yang memiliki fungsi serupa.

Karya batu besar lainnya termasuk arca batu, punden berundak, dan kubur batu. Sisa-sisa peninggalan ini tersebar di berbagai kawasan Nusantara.

Pusat Peradaban Megalitikum

Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) seluas 61.841 kilometer persegi menyimpan kisah peradaban megalitikum yang mengungkap misteri zaman sebelum penanggalan Masehi diberlakukan.

Nama-nama seperti Albertus Christian Kruyt dan Nicolas Adriani, dua peneliti dari Belanda dan Amerika Serikat, mengungkap awal mula peninggalan megalitik di Sulteng pada tahun 1898 melalui karya ilmiahnya “Van Poso naar Parigi en Lindoe”.

Penjelajah bersaudara asal Swiss, Paul Benedict Sarasin dan Karl Friedrich Sarasin, juga mengadakan perjalanan ke Sulteng antara tahun 1893-1903, menuangkan pengalamannya dalam buku “Reisen in Celebes”.

Sejak itu, banyak penjelajah yang tertarik untuk mengadakan penelitian demi menguak peninggalan megalit dari 3.000 tahun lampau di Sulteng, termasuk Harry Cushier Raven dari Amerika Serikat dan peneliti Swedia, Walter Kaudern.

Riset dan Penemuan Penting

Raven melalui bukunya “The Stone Images and Vats of Central Sulawesi” yang terbit pada 1926, mengungkapkan penelitiannya tentang batu-batu besar megalit di Lembah Bada dan kawasan lain di Sulteng. Dia menggambarkan kondisi megalitik melalui diagram dan foto-foto yang bagus.

Puncaknya adalah ketika arkeolog Indonesia, Dwi Yani Yuniawati Umar (Atik), pada 2013 berhasil mengidentifikasi 1.466 megalit dari 83 situs, sebagian besar ditemui pada kawasan biosfer Lore Lindu. Dari hasil penelitian berdasarkan penanggalan karbon, usia temuan itu sekitar tahun 2531-1416 Sebelum Masehi.

Salah satu ikon megalit terkenal adalah Palindo atau Watu Palindo di Lembah Bada, patung setinggi 4,5 meter yang disebut sebagai representasi dari penduduk mitologis pertama dari desa Sepe, Tosaloge.

Gambar ikon megalitikum Indonesia ini bersama Batu Gajah dari Sumatra Selatan dan sarkofagus dari Bali pernah dicetak dalam seri prangko pada Pameran Filateli Internasional di London, Inggris, pada 1980.

Antropolog budaya asal Amerika Serikat, Martin Gray, melalui jurnal daring “Sacred Sites” mengakui keunikan peninggalan batu besar di Sulteng sebagai salah satu misteri arkeologi terbesar di dunia.

Menurutnya, batu-batu misterius itu memiliki kemiripan dengan yang ditemukan di Taman Arkeologi San Augustin, Kolombia.

Gray menyebut, tidak ada penyelidikan mitologi, antropologi, arkeologi, atau etnologi yang dapat memberi gambaran mengenai usia, asal-usul, atau tujuan batu-batu besar itu dibentuk.

Lokasi Peninggalan Megalit

Batu-batu besar tersebar di Desa Watunonju, Bangga, Tulo, dan Pevunu di Kabupaten Sigi. Bentuknya beraneka rupa seperti lumpang dari batu putih dengan partikel kristal putih dan tembikar berhias.

Di Lembah Napu, terdapat 312 benda megalit, di Lembah Behoa 824 megalit, dan di Lembah Bada 330 megalit. Di Situs Pokekea terdapat 103 benda megalit berupa gerabah batu, kalamba dan tutupnya, arca batu, altar, dulang, dan makam batu.

Negeri Seribu Megalit

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng pada 2023 mencanangkan provinsi tersebut sebagai Negeri Seribu Megalit. Pencanangan dilakukan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Palu pada 3 Oktober 2023.

“Gandeng semua pemangku kepentingan untuk menyiapkan Negeri Seribu Megalit sebagai destinasi wisata unggulan Sulawesi Tengah sehingga dapat berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi daerah,” kata Wapres seperti dikutip dari laman resmi wapres.go.id.

Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura menyebutkan julukan provinsinya sebagai Negeri Seribu Megalit diberikan guna mempromosikan kemegahan kawasan cagar budaya megalitikum di Lembah Napu, Lembah Behoa, dan Lembah Bada yang tersebar di Kabupaten Poso dan Lembah Lindu di Kabupaten Sigi.

Ia berharap, pencanangan sebagai Negeri Seribu Megalit akan mempercepat penetapan kawasan megalitikum di Sulteng sebagai Warisan Dunia (World Heritage) oleh UNESCO. ***


Editorial: B1
Source: Indonesia.go.id

Bagikan:
Tag:Budaya IndonesiaBudaya MegalitikumMegalitikumNegeri Seribu MegalitSulawesi Tengah
Ad imageAd image

Bicara Terkini

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto | Sumber Foto: Divhum Polri
Presiden Perintahkan TNI-Polri Ambil Langkah Tegas Atasi Aksi Anarkis
Sabtu, 30 Agu 2025
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto | Sumber Foto: IG/ @91agussubiyanto
Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi, Ajak Jaga Persatuan Bangsa
Sabtu, 30 Agu 2025
dok. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan | Sumber Foto: Hum Kemenko Polkam
Menko Polkam Pastikan Investigasi Terkait Wafatnya Driver Ojol Dilakukan Transparan
Sabtu, 30 Agu 2025
Pelaksanaan sanksi sosial dan penyerahan bantuan kewirausahaan pasca Restorative Justice di UPTD Liponsos Keputih, Surabaya, Jumat (29/8/2025).
Pemkot dan Kejari Surabaya Perkuat Restorative Justice, 11 Pelaku Pidana Terima RJ
Sabtu, 30 Agu 2025
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat memberikan keterangan pers di Balai Kota Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Pemprov DKI Beri Bantuan Penuh Korban Terdampak Unjuk Rasa
Sabtu, 30 Agu 2025
Ad imageAd image

BERITA POPULER

141 Tokoh Terima Anugerah Tanda Kehormatan Republik Indonesia

TNI Gelar Latihan Gabungan Super Garuda Shield 2025

Program MBG Kian Diminati, Siswa Minta Variasi Menu Ditambah

Pemprov Jateng: 2.195 Km Jalan Provinsi Kini Mantap, Sisanya Dikebut Perbaikan

Bangga! Robot ITS Juara Best Design di ABU Robocon 2025 Mongolia

Long Weekend September 2025, Cek Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama

Presiden Prabowo Singgung Kebocoran Anggaran Pendidikan

Berita Lainnya:

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto | Foto: Tribata

Satgas Madago Raya Bentuk Tiga Tim Kejar DPO MIT Poso

Jumat, 4 Jun 2021
Petugas menunjukan senjata api rakitan beserta ratusan amunisi yang ditemukan warga Bahontula, Petasia, Morowali Utara | Foto: Hum-Res

Cari Katak di Hutan, Warga Morowali Utara Temukan Senpi dan Ratusan Amunisi

Rabu, 14 Agu 2024
Presiden Jokowi (Jaket merah) saat meresmikan sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulsel) | dok/photo: BPMI Setpres

Presiden Jokowi Resmikan PLTA Berkapasitas 515 MW di Poso

Sabtu, 26 Feb 2022

Pencak Silat Masuk Daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Jumat, 13 Des 2019
Copyright 2019-2025 | Bicaraindonesia.id
  • Tentang
  • Editorial
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Informasi Iklan
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Bicara-Indonesia
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?