Bicaraindonesia.id, Jakarta – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta, memastikan program bantuan sosial berupa dana pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus tahap 1 tahun 2024 akan cair pada minggu kedua Juni. Pencairan akan dilakukan dalam beberapa tahapan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, Disdik DKI memastikan penerima KJP Plus adalah warga yang kurang mampu ataupun warga rentan yang memang benar-benar membutuhkan.
“Program ini harus tepat sasaran, serta bantuan ini distribusinya harus lebih selektif kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan dan terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” kata Budi dalam acara Expo Pendidikan dalam rangka Memperingati HUT ke-497 Kota Jakarta di Monas, Jakarta Pusat, Minggu 9 Juni 2024.
Budi menjelaskan bahwa penerima program ini berasal dari jenjang SD sampai SMA sederajat. Baik itu dari sekolah negeri maupun swasta. “Jika tergolong sebagai warga tidak mampu maka berhak mendapatkan program ini,” imbuhnya.
Menurut dia, distribusi pada tahap I 2024 sedikit terlambat karena perlu pemadanan dan verifikasi ulang. Seperti penerima dipastikan warga DKI Jakarta yang berdomisili di DKI Jakarta. Kemudian, penerima KJP Plus tidak memiliki kendaraan roda 4 empat, serta aset properti di atas Rp1 miliar.
Selain itu, kata dia, dalam kartu keluarga, tidak ada yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI/Polri, anggota MPR RI/DPR RI/DPD RI/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota, ataupun pegawai tetap BUMN/BUMD.
“Untuk memastikan penerima KJP Plus sesuai dengan persyaratan, perlu dilakukan verifikasi lapangan kembali. Tentunya masyarakat ingin melihat dan merasakan penerima KJP Plus tepat sasaran,” ujar Budi.
Namun demikian, Budi menambahkan, hingga saat ini data dari hasil pemadaman dan verifikasi di lapangan masih terus bergerak. Agar terjadi kesesuaian antara data yang ada dengan penerima KJP Plus, tim verifikator akan semakin selektif pada 2024 ini.
“Masyarakat calon penerima KJP Plus tidak usah khawatir, saya pastikan cair minggu ini. Kami hanya ingin menjaga dan memastikan anggaran yang diperuntukkan untuk warga tidak mampu ini tepat sasaran, sehingga prinsip keadilan pada sektor pendidikan dapat kita wujudkan bersama-sama,” kata dia.
“Saya juga mengimbau agar kita bersama-sama membangun negeri ini dimulai dari pendidikan, sehingga Indonesia emas dapat kita raih pada tahun 2045,” tutup Budi.
Sebagai diketahui, program KJP Plus ini diberikan khusus warga DKI Jakarta. KJP Plus masuk program strategis dalam rangka memberikan akses wajib belajar 12 tahun kepada peserta didik usia sekolah 6-21 tahun yang berasal dari keluarga tidak mampu dan terdaftar pada DTKS. ***
Editorial: C1
Source: Kominfotik DKI Jakarta

Tinggalkan Balasan