Bicaraindonesia.id, Surabaya Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Jawa Timur, mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan kesatuan pasca dilaksanakannya pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua PW DMI Provinsi Jawa Timur, KH Muhammad Sujak, dalam keterangan tertulisnya di Kota Surabaya, Jumat (5/4/2024).

“Dalam Pemilu kemarin pasti ada perbedaan pilihan, maka dari itu di momen Hari Raya IdulFitri 1445 H ini rasanya pas untuk rekonsiliasi dalam rangka menjaga kerukunan dan kesatuan untuk indonesia yang lebih maju,” ujar M Sujak, seperti dilansir pada Jumat 5 April 2024.

Baca Juga:  150 Pelatih Ikuti Penataran Pencak Silat Jawa Timur

Pihaknya juga menginstruksikan seluruh DMI tingkat kabupaten/kota di Jawa Timur, untuk memberikan imbauan serupa kepada masyarakat. Ini agar tercipta suasana harmonis pasca pelaksanaan pemungutan dan rekapitulasi suara sampai tingkat Nasional.

”Kami siap memberikan imbauan kepada masyarakat khususnya di wilayah Jatim untuk menjaga kerukunan dan kesatuan pasca pelaksanaan Pemilu tahun 2024 agar tetap aman dan kondusif,” ucapnya.

Selain itu, ia juga berharap masyarakat dapat menyaring segala bentuk berita maupun informasi agar tidak terprovokasi oleh berita hoax dan ujaran kebencian.

Baca Juga:  Bangkitkan Kejayaan, IPSI Ponorogo Bidik Pesilat Berkelas Dunia

“Kami mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Batin. Semoga Jawa Timur tetap aman, tenteram dan damai,” harap M Sujak.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Koordinator Antar Lembaga dan Instansi DMI Kota Surabaya, Hendro Wahyudi.

Menurut dia, perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dalam Pemilu. Namun semua pihak yang terlibat, baik peserta Pemilu maupun masyarakat harus menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.

“Pemilu jangan sampai memecah belah persatuan dan kesatuan antara kita semua,” pungkasnya. (*/JK/A1)