Bicaraindonesia.id, SurabayaBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya Kamis pagi (22/11/2023) menggelar deklarasi pemilu damai di Balaikota Surabaya.

Deklarasi pemilu damai dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan Forkompinda, serta seluruh anggota Panitia Pengawas (Panwas) yang ada di Surabaya.

Usai deklarasi, Ketua Bawaslu Kota Surabaya Muhammad Agil Akbar mengatakan, deklarasi pemilu damai yang dilakukan Bawaslu Kota Surabaya, diikuti total 150 dengan rincian 93 anggota Panwas dengan 3 anggota Panwascam di setiap Kecamatan, dan 1 orang Panwas di setiap Kelurahan.

Baca Juga:  Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026 Sirkuit I Jadi Filter Awal Atlet Menuju PON Bela Diri

Ia menambahkan, ada tiga isu krusial yang kami tekankan kepada peserta pemilu demi kondusif nya pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Tiga isu krusial yaitu pertama, cegah heat peach, netralitas ASN, dan ketiga adalah cegah praktik politisasi Sara dan Indentitas, ini yang kita tekankan,” ujar Agil kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Kamis, 22 November 2023.

Ia menambahkan, deklarasi pemilu damai tujuannya adalah menyamakan persepsi tidak ada perbedaan terhadap Undang-Undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).

Baca Juga:  PDIP Target Tambah Kursi DPRD Surabaya di Pemilu 2029

Pasalnya, kata Agil, selama ini jelang atau saat masa kampanye masih ada perdebatan soal Perda. Misalnya soal Alat Peraga Kampanye (APK). (Jk)