Bicaraindonesia.id, Semarang Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta Pemkot Semarang untuk mengembangkan kelengkeng Matalada.

Permintaan tersebut disampaikan Mbak Ita, sapaan akrabnya, saat panen kelengkeng Matalada di kebun milik warga Perumahan Bukit Beringin Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Minggu, 5 November 2023.

Mbak Ita mengatakan, kelengkeng Matalada memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan kelengkeng pada umumnya. Buahnya besar, kulitnya berwarna putih, rasanya manis, dan bijinya kecil. Selain itu, kelengkeng Matalada juga tidak memerlukan booster dalam perawatannya.

Melihat hasil panen yang baik di Kelurahan Gondoriyo, Mbak Ita menilai bahwa kelurahan tersebut cocok untuk pengembangan kelengkeng Matalada.

Baca Juga:  Jateng Perketat Alih Fungsi Lahan Demi Swasembada Pangan 2026

“Ini bisa kita kembangkan, kalau di sini cocok berarti di lingkungan kelurahan Gondoriyo bagus untuk tanaman kelengkeng ini. Sehingga saya minta Dinas Pertanian untuk mengembangkan tanaman ini,” kata Mbak Ita dalam keterangan resminya, dikutip pada Senin, 6 November 2023.

Selain kelengkeng Matalada, Mbak Ita juga mendorong Pemkot Semarang untuk mengembangkan kelengkeng Itoh dan New Kristal.

Kedua jenis kelengkeng tersebut juga memiliki keunggulan tersendiri, yaitu produktivitasnya yang tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Hernowo Budi Luhur mengapresiasi masyarakat yang mau mengikuti ajakan pemerintah untuk menanam tumbuhan yang salah satunya Kelengkeng Matalada.

Baca Juga:  DLHK Jateng Ungkap Penyebab Banjir dan Longsor di Lereng Gunung Slamet

“Ajakan kita untuk menanam ini ternyata sudah dilaksanakan masyarakat dengan banyak hal. Jadi pengembangan ke masyarakat ini ada beberapa jenis pohon kelengkeng yang kita kembangkan,” kata Hernowo.

“Tetapi ini kembali lagi dengan selera masyarakat dan memang keunggulan dari matalada ini tidak harus di booster,” sambungnya. ***


Editorial: A1
Source: Pemkot Semarang