Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Mengenal SPERO, Robot Medis Karya UK Petra


Bicaraindonesia.idSetelah kemunculan beberapa robot yang membantu para tenaga medis, kini hadir lagi karya anak bangsa dari tim dosen UK Petra bernama SPERO. Support for Pandemic and Epidemic Robot yang disingkat SPERO itu telah dilaunching pada Jumat, 26 Juni 2020 di Rumah Sakit Royal Surabaya.





Ketua tim SPERO dan dosen Prodi Teknik Elektro UK Petra, Indar Sugiarto mengatakan, keunikan utama SPERO ini terletak pada sifatnya yang Open Source, sehingga semua file terkait robot akan dibuka untuk umum secara gratis.





“Mulai dari desain mekanik robot, kode program robot dan lain-lain. Itu artinya siapapun tinggal mengembangkannya saja. Sehingga diharapkan akan muncul inovasi-inovasi baru dalam dunia ilmu pengetahuan untuk membantu kesejahteraan hidup manusia,” kata dia dalam siaran pers tertulis, Jum’at (03/07/2020)





Secara umum, robot ini berfungsi untuk membawa obat atau makanan pada pasien, sehingga dapat mengurangi interaksi langsung antara perawat dan pasien. Perawat dapat mengoperasikan robot ini dari jarak jauh via internet. Robot ini juga dapat memfasilitasi komunikasi jarak jauh (video conference) antara pasien dan tenaga medis.





SPERO dirancang supaya mobile base yang artinya dapat terpisah dengan mekanik bagian atas, supaya robot dapat digunakan untuk tujuan lain. Misalnya, dengan mengganti rak atas dengan bagian yang relevan. Tak hanya itu, robot ini dapat digunakan sebagai guide robot di museum, ataupun telepresence robot pada wisuda online.





SPERO juga memiliki mekanisme charging yang mudah, dengan menancapkan colokan pada lighter socket, untuk meminimalisir kontak antara robot dengan operator.





“Robot ini menjadi kontribusi dari UK Petra untuk dunia kesehatan, akan dilanjutkan dengan robot dengan fungsi yang lain agar penyebaran COVID -19 dapat ditekan,” ungkap Rektor UK Petra Surabaya, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito.





Tim SPERO ini terdiri dari lima dosen dan tiga laboran Prodi Teknik Elektro dan Teknik Mesin UK Petra. Mereka membuat robot ini dalam waktu dua bulan. Pembuatan robot ini lebih lama daripada yang direncanakan sebab sulitnya koordinasi kerja di tengah masa pandemi COVID-19 dan beberapa komponen sulit didapatkan.





Direktur Rumah Sakit Royal Surabaya, Drg. Henny Poeri Margastuti pun mengaku senang mendapat bantuan alat seperti ini. Sebab, teknologi ini dapat meringankan kinerja tim medis.





“Sangat senang dan antusias sekali Rumah Sakit Royal mendapatkan alat bantu seperti ini. Sebab ini meringankan kinerja tim medis dengan meminimalisir interaksi langsung antara perawat atau dokter kami dengan pasien Corona,” tutupnya.










Source: Humas UK Petra
Editorial: A1


Kirim Komentar: