Bicaraindonesia.id, Surabaya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMPN 1 Surabaya, Selasa (7/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis sekaligus memberikan motivasi langsung kepada para siswa.

Dalam peninjauan tersebut, Abdul Mu’ti mengaku terkesan dengan antusiasme dan optimisme yang ditunjukkan para peserta TKA. Ia menyebut semangat siswa menjadi indikator positif dalam pelaksanaan ujian tersebut.

“Saya sempat berdialog dengan para siswa, dan mereka terlihat sangat semangat. Bahkan ketika saya tanyakan mengenai soal, mereka menyampaikan bahwa soalnya relatif mudah,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, respons tersebut menunjukkan bahwa TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur akademik, tetapi juga mampu mendorong semangat belajar siswa.

Baca Juga:  Surabaya Tuan Rumah Turnamen Domino Nasional, Target 1.000 Peserta

“Mereka berharap TKA terus dilaksanakan karena dirasakan memberikan manfaat, baik dalam meningkatkan kemampuan akademik maupun sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” imbuhnya.

Selain berdialog dengan siswa, Mendikdasmen juga meninjau kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari ruang ujian hingga laboratorium komputer. Ia memastikan seluruh aspek teknis telah dipersiapkan dengan baik.

“Penataan ruang, kesiapan komputer, hingga aspek teknis lainnya telah dipersiapkan dengan baik. Saya meyakini TKA menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” tegasnya.

Secara konseptual, TKA tidak hanya mengukur capaian akademik Matematika dan Bahasa Indonesia, tetapi juga mencakup literasi, numerasi, karakter, serta lingkungan belajar. Hasil pelaksanaan TKA akan menjadi dasar evaluasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan di tingkat nasional maupun daerah.

Baca Juga:  Eks Timnas Hariono Jadi Asisten Pelatih Deltras FC

Abdul Mu’ti menjelaskan, untuk jenjang SMP, soal disusun oleh pemerintah pusat dan provinsi sehingga memungkinkan pengukuran kemampuan siswa di tingkat provinsi, khususnya Jawa Timur.

Sementara untuk jenjang SD, penyusunan soal dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota agar capaian dapat terukur di tingkat daerah.

“Untuk jenjang SMP, soal disusun oleh pemerintah pusat dan provinsi sehingga memungkinkan pengukuran kemampuan siswa di tingkat provinsi, khususnya Jawa Timur. Sementara untuk SD, soal disusun pemerintah kabupaten/kota agar capaian dapat terukur di tingkat daerah,” jelasnya.

Secara nasional, pelaksanaan TKA disebut berjalan lancar. Pemerintah berharap momentum ini menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri siswa.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya kejujuran dalam pelaksanaan TKA sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.

Baca Juga:  Surabaya Tuan Rumah Turnamen Domino Nasional, Target 1.000 Peserta

“TKA diharapkan tidak hanya menjadi alat ukur akademik, tetapi juga sarana menanamkan nilai dan membentuk kepribadian siswa,” tuturnya.

Terkait evaluasi, pemerintah akan melakukan penilaian menyeluruh setelah seluruh rangkaian TKA selesai di semua jenjang. Untuk tingkat SMA, evaluasi awal menunjukkan hasil yang baik, bahkan TKA telah menjadi salah satu komponen dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

Ia menegaskan, TKA kini mulai terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional, termasuk dalam seleksi jalur prestasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Jika sebelumnya penilaian akademik hanya berdasarkan rapor, kini ditambah dengan nilai TKA sebagai bagian dari upaya menghadirkan sistem yang lebih inklusif dan berkeadilan,” pungkasnya. (*/Pr/C1)