Bicaraindonesia.id, Jakarta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kemenkes tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat darurat (emergency) selama periode libur panjang Hari Raya Nyepi dan IdulFitri 2026.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, saat meninjau kesiapan layanan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, Senin (16/3/2026).

“Seluruh rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, ada hampir 40 rumah sakit, selama liburan panjang ini sesuai arahan Bapak Presiden akan tetap beroperasi untuk semua tindakan emergensi,” ujar Budi seperti dikutip melalui rilis Kemenkes pada Sabtu (21/3/2026).

Baca Juga:  Kapolri Ungkap Angka Kecelakaan Menurun 3,23% Mudik Lebaran 2026

Budi mencontohkan, layanan seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), CT Scan untuk kasus stroke, hingga operasi perdarahan akibat kecelakaan akan tetap siaga 24 jam. Tenaga kesehatan dan fasilitas penunjang dipastikan siap untuk menangani kasus-kasus darurat tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari penguatan pelayanan kesehatan yang dilakukan Kemenkes secara nasional untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat.

Kemenkes menyiagakan ribuan fasilitas, termasuk 3.292 rumah sakit, 10.300 puskesmas, dan 119.372 Public Safety Center (PSC). Selain itu, sekitar 2.700 Pos Pelayanan Kesehatan akan diaktifkan di 31 provinsi, didukung oleh 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan.

Baca Juga:  Dari Monas, 33.902 Pemudik Gratis DKI Diberangkatkan ke Jawa-Sumatra

Di kesempatan yang sama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi kualitas pelayanan publik selama masa libur.

Ia mendorong pasien dan keluarga untuk memanfaatkan kanal pengaduan resmi jika menemui kendala di lapangan.

“Kesehatan adalah layanan esensial yang harus ada setiap saat. Kami menyediakan portal www.lapor.go.id melalui SP4N-LAPOR! serta Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) berbasis barcode yang tersedia di setiap fasilitas kesehatan,” ujar Rini.

“Masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi kami dan Pak Menkes terhadap layanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan maupun rumah sakit,” imbuhnya.

Baca Juga:  4.009 Warga Ikut Mudik Gratis Polri ke Jawa Tengah dan DIY

Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap berdedikasi melayani masyarakat.

Inovasi seperti sistem pendaftaran online di RS Dharmais Jakarta diharapkan terus dikembangkan di rumah sakit lain untuk memastikan pemerataan kualitas layanan dan kenyamanan pasien. (*/Rls/B1)