Bicaraindonesia.id, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, menilai bahwa serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat ke Teheran serta sejumlah kota lain di Iran pada Sabtu (28/02/2026), perlu diwaspadai secara serius oleh pemerintah Indonesia.
Menurut dia, situasi tersebut berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Karena itu, Sarifah menegaskan bahwa Indonesia harus bersikap bijak dan mencermati setiap perkembangan secara seksama untuk mencegah dampak yang dapat merugikan kepentingan nasional.
“Untuk Indonesia, ini perlu dilihat secara bijak dan seksama. Kita perlu mencegah terjadinya eskalasi supaya tidak menjadikan konflik ini lebih luas. Sebaiknya semua pihak menahan diri,” ujar Sarifah dalam keterangannya di Jakarta seperti dikutip melalui dpr.go.id pada Senin (02/03/2026).
Sarifah menggarisbawahi ketegangan di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada stabilitas politik regional, tetapi juga berpotensi mengguncang ekonomi global.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai, konflik yang melibatkan kekuatan besar, bisa memengaruhi pasar energi dunia, meningkatkan volatilitas harga minyak, serta menekan kepercayaan investor internasional.
Selain itu, kata dia, jalur perdagangan internasional yang melintasi kawasan tersebut juga berisiko terganggu apabila situasi keamanan memburuk.
“Ketegangan di Timur Tengah bisa memberikan efek bagi ekonomi global. Ini akan memengaruhi pasar energi dunia, investor global, dan jalur perdagangan,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak konflik.
Sarifah pun meminta pemerintah melalui kementerian terkait dan perwakilan RI di luar negeri untuk memastikan kondisi serta keselamatan WNI di daerah rawan.
“Yang tidak kalah penting adalah memastikan keselamatan WNI yang sedang berada di daerah rawan tersebut. Hal utama adalah keselamatan mereka,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong pemerintah Indonesia agar terus mengintensifkan komunikasi diplomatik dengan berbagai pihak untuk meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan. (*/DPR/C1)

Tinggalkan Balasan