Bicaraindonesia.id, Jakarta Korlantas Polri mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Dalam periode tersebut, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan hingga 51,06 persen dibandingkan periode sebelum operasi.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Agus Suryonugroho menyampaikan, penurunan fatalitas menjadi indikator utama keberhasilan operasi yang melibatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah, secara umum Operasi Keselamatan 2026 berhasil, berkolaborasi dengan seluruh stakeholder di lapangan. Parameter paling membahagiakan adalah jumlah korban meninggal dunia turun drastis sebesar 51,06 persen jika dibandingkan periode sebelum operasi,” ujar Irjen Pol Agus dalam keterangannya di Jakarta dikutip pada Selasa (17/2/2026).

Tak hanya fatalitas, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas juga turun sebesar 34,96 persen atau berkurang sebanyak 2.098 kasus. Penurunan juga terjadi pada korban luka berat sebesar 23,04 persen dan luka ringan sebesar 33,17 persen.

Baca Juga:  Bareskrim Polri Ungkap Kasus Dugaan Pemalsuan Status Perkawinan di KTP

Menurut Agus, capaian tersebut tidak terlepas dari masifnya kegiatan preemtif dan preventif melalui program “Polantas Menyapa dan Melayani”.

Selama operasi berlangsung, lebih dari 14,8 juta kegiatan edukasi dilakukan oleh personel di lapangan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Ia menegaskan pendekatan humanis menjadi kunci dalam meningkatkan kepatuhan pengguna jalan. Edukasi dilakukan tanpa pendekatan represif sehingga masyarakat tertib berlalu lintas karena kesadaran akan pentingnya keselamatan.

“Semangat melayani yang humanis telah menjadi urat nadi anggota di lapangan. Kita mengedepankan edukasi tanpa jarak kekuasaan. Masyarakat tertib bukan karena takut, tapi karena sadar akan keselamatan. Inilah yang kita sebut mewujudkan jalan raya sebagai ruang peradaban,” tambahnya.

Baca Juga:  Prabowo Resmikan 1.072 SPPG dan Gudang Pangan Polri

Sebagai langkah lanjutan menjelang Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri memperkuat pengawasan terhadap kelaikan angkutan umum. Pemeriksaan dilakukan di seluruh Polda dengan total 3.618 kendaraan telah dicek, dan 93 persen di antaranya dinyatakan laik jalan.

Sebanyak 248 kendaraan atau sekitar 7 persen dinyatakan tidak laik jalan, dengan pelanggaran yang didominasi ketiadaan alat pemadam api ringan (APAR), tidak tersedianya pemecah kaca, serta penggunaan ban gundul.

“Kita pastikan angkutan umum yang beroperasi adalah angkutan berkeselamatan. Jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 143,91 juta orang, sehingga memastikan kendaraan laik jalan menjadi prioritas demi melindungi nyawa pemudik,” kata Irjen Pol Agus.

Baca Juga:  Menko Polkam Puji Respons TNI-Polri di Boven Digoel

Di sisi lain, penegakan hukum berbasis teknologi melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan ETLE Drone Patrol Presisi meningkat sebesar 25,96 persen. Pemanfaatan teknologi dinilai menghadirkan penindakan yang objektif dan transparan, sekaligus mendukung pendekatan humanis.

Hasil Operasi Keselamatan 2026 ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman menjelang Operasi Ketupat 2026. Korlantas Polri memastikan kolaborasi bersama seluruh stakeholder terus diperkuat demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

“Keberhasilan ini menjadi modal penting untuk menyongsong mudik Lebaran yang aman dan kondusif. Kami ingin masyarakat merasakan Polantas sebagai sahabat dalam setiap perjalanan,” pungkas Kakorlantas. (*/Hum/A1)