Bicaraindonesia.id, Surabaya Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, marbot dan petugas kebersihan masjid, serta pengemudi ojek online (ojol) di Surabaya, Minggu (15/2/2026).

Penyaluran bantuan Ramadan tersebut dipusatkan di dua titik, yakni Pasar Tambahrejo, Kecamatan Simokerto, serta kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Total sebanyak 290 paket sembako dibagikan, dengan rincian 140 paket di Pasar Tambahrejo dan 150 paket di area Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Baca Juga:  Prabowo Subianto Tegaskan Peran NU dalam Persatuan Bangsa

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa momen menjelang Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kesalehan dan kepedulian sosial. Ia menegaskan, nilai Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah spiritual, tetapi juga sebagai penguatan solidaritas serta empati terhadap sesama.

“Ramadhan ini mari kita bangun kekuatan ketenangan jiwa kita supaya kita bisa menguatkan kesalehan sosial,” ujar Khofifah usai menyerahkan paket sembako kepada marbot dan petugas kebersihan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu (15/2/2025).

Menurut Khofifah, pembagian sembako ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan.

Baca Juga:  Sabu Disamarkan dalam Kerupuk, Dua Pemuda Surabaya Ditangkap Polisi

“Jelang Ramadan biasanya harga bahan pokok naik, semoga ini dapat sedikit membantu saudara-saudara kita,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kepedulian sosial kepada masyarakat kurang mampu merupakan upaya untuk menumbuhkan kebahagiaan dan ketenangan dalam menyambut bulan suci. Dengan dukungan dan perhatian tersebut, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan khusyuk.

“Mari kita tingkatkan kesalehan sosial kita dengan berbagai kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tuturnya.

Khofifah berharap kepedulian ini dapat membuat masyarakat kurang mampu merasa lebih tenang dalam menjalankan ibadah selama Ramadan.

Baca Juga:  1,48 Juta Peserta PBI-JK di Jatim Dinonaktifkan, Pemprov Siapkan Langkah Mitigasi

Ia juga mengajak agar semangat kesalehan sosial tidak hanya dilakukan menjelang Ramadan, tetapi terus berlanjut sepanjang bulan suci.

“Semoga dapat membuat saudara saudara kita yang membutuhkan lebih tenang dalam menjalankan ibadah puasa, karena ada support dari yang berkecukupan dan ini saya harap bisa terus dilakukan selama bulan Ramadhan,” harapnya. (*/Pr/C1)