Bicaraindonesia.id, Ponorogo – Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Ponorogo bertekad membangkitkan kembali kejayaan pencak silat dengan membidik lahirnya pesilat berkelas dunia.
Tekad tersebut menjadi fokus utama kepengurusan IPSI Ponorogo periode 2025-2029 yang resmi dilantik di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Sabtu (17/1/2026).
Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri Asisten Bupati Ponorogo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta anggota DPR RI, Ali Mufti, yang juga mantan Ketua IPSI Ponorogo.
Ketua IPSI Kabupaten Ponorogo terpilih, Miseri Efendi menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sekaligus meningkatkan prestasi pencak silat yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya. Ia menargetkan pencak silat Ponorogo mampu menembus level internasional.
“Kami berharap kepengurusan ini dapat meningkatkan prestasi yang sudah dirintis senior kami, Pak Ali Mufti. Seluruh pengurus harus fokus dan bekerja keras agar prestasi Ponorogo bisa naik kelas hingga tingkat dunia,” kata Miseri Efendi dalam keterangannya dikutip pada Minggu (18/1/2026)
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur tersebut menuturkan bahwa upaya mencetak pesilat berkelas dunia tidak bisa dilakukan sendiri. Dukungan pemerintah daerah dan seluruh elemen terkait menjadi kunci keberhasilan.
“Tanpa dukungan pemerintah kabupaten dan seluruh elemen terkait, tekad mencetak pesilat berkelas dunia akan sulit terwujud,” ujar Miseri.
Semangat kebangkitan prestasi juga disampaikan Wakil Ketua I Pengprov IPSI Jawa Timur, Tono Suharyanto, yang melantik pengurus IPSI Ponorogo mewakili Ketua Umum Pengprov IPSI Jatim Bambang Haryo Sukartono.
Ia menilai IPSI Ponorogo memiliki sejarah prestasi yang patut dijadikan modal untuk kembali berjaya.
“Ponorogo pernah melahirkan pesilat kelas dunia seperti Aji Bangkit. Prestasi ini harus menjadi pemacu untuk mencetak pesilat andalan berikutnya,” ujar Tono, yang juga mantan pesilat nasional.
Tono menambahkan, penurunan prestasi pencak silat Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan bersama yang harus dijawab oleh daerah-daerah, termasuk Ponorogo.
Untuk itu, ia berharap IPSI Ponorogo mampu berkontribusi meningkatkan kualitas atlet, sejalan dengan sembilan program prioritas IPSI Jawa Timur pada 2026.
Sementara itu, Asisten Bupati Ponorogo Bambang Hendro menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung kebangkitan prestasi pencak silat. Ia menegaskan akan meneruskan aspirasi IPSI kepada Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo.
Mantan Ketua IPSI Ponorogo, Ali Mufti mengingatkan bahwa prestasi tinggi tidak datang tanpa pengorbanan besar. Ia mencontohkan keberhasilan Ponorogo melahirkan pesilat dunia seperti Aji Bangkit yang membutuhkan investasi serius.
“Mencapai prestasi kelas dunia itu tidak murah. Saat itu kami mendatangkan pelatih profesional dengan biaya yang cukup besar,” kata Ali Mufti.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pengurus IPSI, atlet, dan pemerintah daerah agar Ponorogo mampu membangkitkan kejayaan pencak silat dan terus bersaing di tingkat nasional hingga internasional. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan