Bicaraindonesia.id, Surabaya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menetapkan tiga prioritas arah politik untuk tahun 2026, yakni konsolidasi struktur hingga tingkat akar rumput, penguatan kaderisasi partai, serta penerapan praksis ideologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah PDIP untuk menjaga basis pemilih sekaligus menegaskan posisi ideologis partai di tengah dinamika politik nasional pasca-Pemilu 2024.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa ketiga prioritas tersebut merupakan rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirancang guna menjawab tantangan politik dan kebutuhan sosial masyarakat.

“Kita punya tiga prioritas utama yang harus dilaksanakan secara terpadu. Pertama, konsolidasi di tingkat akar rumput, terutama penguatan anak ranting yang saat ini masih berada dalam tahapan progresif,” kata Hasto di Surabaya, Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga:  KONI Jatim dan Jepang Bahas Kerja Sama Pengembangan Atlet

Hasto menjelaskan, anak ranting memiliki peran penting sebagai struktur terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Keberadaan anak ranting dinilai strategis dalam membangun kesadaran politik, melakukan advokasi sosial, serta menjaga komunikasi dengan basis pendukung PDIP.

“Anak ranting adalah ujung tombak. Dari merekalah kerja-kerja ideologi dan keberpihakan kepada rakyat bisa benar-benar dirasakan,” ujarnya.

Prioritas kedua yang ditetapkan PDIP adalah penguatan pendidikan politik dan kaderisasi secara berkelanjutan. Menurut Hasto, kualitas ideologi kader menjadi fondasi agar partai tidak hanya unggul secara elektoral, tetapi juga kokoh dari sisi nilai dan organisasi.

“Kaderisasi adalah tangan kanan perjuangan partai. Namun itu harus ditopang dengan manajemen organisasi yang profesional agar seluruh kerja politik berjalan efektif,” kata Hasto.

Baca Juga:  91 PBH Jalankan Program Bantuan Hukum Rp6,8 Miliar di Jatim

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas kader mencakup pemahaman ideologis sekaligus kemampuan teknokratis dan kepemimpinan, khususnya bagi kader yang mengemban amanah di lembaga legislatif maupun pemerintahan.

Sementara itu, prioritas ketiga difokuskan pada praksis ideologi melalui program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat. PDIP akan memusatkan perhatian pada kelompok produktif dan kelompok rentan di berbagai sektor.

“Kita fokus membantu petani, buruh, nelayan, serta memperjuangkan perlindungan hak masyarakat adat, termasuk persoalan tanah ulayat dan wilayah adat hutan yang hingga kini masih menjadi persoalan struktural,” ujarnya.

Hasto menegaskan praksis ideologi merupakan komitmen moral dan historis PDIP sebagai partai yang lahir dari perjuangan rakyat. Oleh karena itu, seluruh jajaran partai diminta memastikan setiap kebijakan dan program memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.

Baca Juga:  Libur Lebaran 2026, Layanan Perumda Air Minum Surya Sembada Tetap 24 Jam

Ia juga menyampaikan PDIP telah menyusun sejumlah langkah strategis hingga akhir 2026 melalui rapat internal tertutup. Meski tidak seluruhnya dipublikasikan, kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat keberpihakan partai kepada rakyat.

“Yang terpenting, rakyat harus merasakan manfaat dari kerja politik partai, bukan sekadar mendengar pernyataan,” kata Hasto.

Penetapan tiga prioritas politik ini dinilai sebagai langkah PDIP untuk menjaga konsistensi ideologi dan soliditas organisasi di tengah perubahan konstelasi politik nasional, sekaligus menyiapkan fondasi menghadapi agenda politik ke depan. (*/Dap/A1)