Bicaraindonesia.id, Surabaya Provinsi Jawa Timur menempati peringkat pertama nasional sebagai daerah dengan jumlah desa mandiri terbanyak di Indonesia. Berdasarkan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Nomor 343 Tahun 2025, hingga 2025 Jawa Timur telah membentuk 4.716 desa mandiri.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan, keberhasilan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov Jatim) dalam memperkuat pembangunan desa sebagai fondasi Indonesia Maju 2045.

“Pembangunan desa harus menyentuh aspek yang paling mendasar dan berkelanjutan, di Jawa Timur ini sudah terbentuk 4.716 desa mandiri, kami akan mendorong agar desa-desa mandiri ini juga akan menjadi desa berkelanjutan,” ujar Khofifah dalam keterangannya tertulis di Surabaya dikutip pada Jumat (16/1/2026).

Ia menegaskan, desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan nasional. Desa mandiri dan berkelanjutan dinilai mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Desa berkelanjutan akan mampu mengoptimalkan pemanfaatan potensi dan sumber daya yang ada di desa untuk meningkatkan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  Dukung Target Walkot Eri Cahyadi, PMI Surabaya Jemput Bola Donor Darah hingga Kampung

“Ketika desa-desa mandiri mampu memaksimalkan resources yang ada maka cita-cita Indonesia maju akan dimulai dari desa-desa mandiri dan berkelanjutan ini,” imbuhnya.

Khofifah menyebut, keberhasilan Jawa Timur selaras dengan tema Hari Desa Nasional 2026, yakni “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia”. Tema ini diharapkan mampu memperkuat semangat seluruh perangkat desa dalam mendorong kemajuan wilayahnya.

“Alhamdulillah, Jawa Timur berhasil menempati peringkat tertinggi sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak di Indonesia,” ucapnya.

Secara nasional, jumlah desa mandiri tercatat sebanyak 20.503 desa. Sementara itu, terdapat 23.579 desa maju, 21.813 desa berkembang, 4.672 desa tertinggal, dan 4.694 desa sangat tertinggal. Dari total tersebut, sekitar 23 persen desa mandiri berada di Jawa Timur.

“Secara nasional sebanyak 23 persen Desa Mandiri berada di Jawa Timur, ke depan desa-desa ini diharapkan akan menjadi desa berkelanjutan” kata Khofifah.

Baca Juga:  Wagub Emil Beri Atensi Dugaan Keracunan 261 Penerima MBG di Mojokerto

Khofifah juga menekankan pembangunan desa berkelanjutan harus mencakup penguatan kapasitas masyarakat, ekonomi berbasis potensi lokal, pelayanan kesehatan, serta pelestarian lingkungan.

“Banyaknya desa mandiri di Jatim akan didorong untuk menjadi desa berkelanjutan,” tegasnya.

Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Jawa Timur menjalankan sejumlah program strategis. Salah satunya Program Desa Berdaya yang telah dilaksanakan sejak 2021 di 538 desa yang tersebar di 29 kabupaten/kota.

“Program ini menjadi ikhtiar untuk menemukenali ikon-ikon desa yang potensial untuk dibranding secara ekonomi, sehingga desa memiliki kekhasan atau tematik tersendiri,” ungkap Khofifah.

Selain itu, Pemprov Jatim juga mengimplementasikan Program Desa Wisata Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera (Dewi Cemara) di 149 desa wisata. Program ini bertujuan memperkecil kesenjangan desa dan kota melalui penguatan pariwisata berbasis masyarakat.

Baca Juga:  Surabaya Kebut Infrastruktur! Flyover Taman Pelangi Mulai Dibangun 2026

“Program-program ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan,” katanya.

Pemprov Jawa Timur juga mengembangkan Program Desa Devisa untuk memperluas akses pasar ekspor bagi produk unggulan desa.

“Desa devisa ini bisa meningkatkan kinerja ekspor sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya pengrajin,” imbuhnya.

Seluruh program pembangunan desa tersebut diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia usaha dan perguruan tinggi, guna mendorong inovasi pembangunan desa yang adaptif terhadap tantangan zaman.

“Kami mendorong desa-desa di Jawa Timur untuk terus berbenah dan meningkatkan status kemajuan serta kemandiriannya, menuju desa yang sejahtera dan berkelanjutan,” harapnya.

Di momentum Hari Desa Nasional, Khofifah mengajak seluruh perangkat desa untuk mengoptimalkan potensi lokal dan memperkuat peran strategis pemerintah desa.

“Selamat Hari Desa Nasional, mari bersama sama membangun desa, mewujudkan desa mandiri berkelanjutan, karena desa terdepan akan berkontribusi penuh untuk kemajuan Indonesia,” pungkasnya. (*/Pr/C1)