Bicaraindonesia.id, Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset dan peningkatan publikasi ilmiah internasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyusunan program Strategic Research Grant (SRG) 2026 yang telah dibahas dalam rapat pimpinan ITS beberapa waktu lalu.
Program SRG 2026 menjadi strategi ITS untuk mendorong peningkatan kualitas riset dosen serta produktivitas publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Skema hibah ini dirancang berbasis kinerja keilmuan dan bersifat non-kompetisi.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menjelaskan SRG 2026 difokuskan pada kesiapan dosen dalam menghasilkan riset berkualitas sekaligus meningkatkan H-Index peneliti.
“SRG 2026 diarahkan menghasilkan luaran riset yang terukur dan berdampak, tidak tersebar seperti hibah konvensional yang berbasis kompetisi,β ujar Bambang dalam siaran tertulis dikutip pada Rabu (14/1/2026).
Menurut Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut, terdapat sejumlah tujuan strategis yang ingin dicapai melalui SRG 2026. Di antaranya adalah peningkatan kualitas dan produktivitas riset dosen, penguatan ekosistem kolaborasi riset, serta regenerasi peneliti di lingkungan kampus.
Sebagai langkah awal, ITS menargetkan 1.186 proposal penelitian dapat selesai melalui proses review hingga akhir Januari 2026 sebelum masuk ke tahap pencairan dana.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Prof Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD menyampaikan ITS mengalokasikan dana hingga Rp83 miliar untuk mendukung pelaksanaan SRG 2026.
Anggaran tersebut dibagi ke dalam empat tipe pendanaan riset, yaitu:
- Tipe A sebesar Rp30 juta dengan target publikasi artikel Scopus Q4
- Tipe B sebesar Rp40 juta dengan target artikel Scopus Q3
- Tipe C sebesar Rp50 juta dengan target artikel Scopus Q2 serta rekomendasi kolaborasi industri
- Tipe D sebesar Rp100 juta dengan target satu artikel Scopus Q1
Dari sisi capaian, Hatta juga menuturkan bahwa kinerja riset ITS secara nasional menunjukkan hasil yang cukup kuat. Pada tahun 2025, ITS menempati peringkat kedua nasional sebagai perguruan tinggi dengan jumlah proposal Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) terbanyak yang didanai, yakni sebanyak 254 proposal.
βITS juga meraih Gold Winner Anugerah Diktisaintek 2025 pada subkategori Skor Penelitian Tertinggi,β tambahnya.
Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany ST PhD menyampaikan bahwa meskipun capaian riset cukup baik, ITS masih memerlukan sejumlah langkah lanjutan untuk mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia.
Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain masih adanya 157 dosen yang belum memiliki H-index, tingkat sitasi publikasi ITS yang berada di peringkat keempat di antara Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), serta perlunya dukungan lebih bagi dosen magister (S2) dalam peningkatan publikasi ilmiah.
Untuk menjawab tantangan tersebut, DRPM ITS mendukung SRG 2026 melalui berbagai program pendampingan. Program tersebut meliputi pelatihan penulisan proposal, pelatihan penulisan artikel ilmiah, akses premium Editage Plus, serta layanan proofreading guna membantu dosen menghasilkan luaran riset yang siap dipublikasikan di jurnal bereputasi.
Melalui implementasi SRG 2026, Taufany berharap ITS dapat terus berkembang sebagai kampus berdampak dan berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
“Program ini merupakan instrumen strategi yang baik untuk meningkatkan kualitas publikasi dosen dan memperkuat reputasi riset ITS,β pungkas Taufany. (*/Hum/B1)

Tinggalkan Balasan