Bicaraindonesia.id, Surabaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memastikan proyek strategis Surabaya Regional Railway Line (SRRL) akan memasuki tahap ground breaking pada tahun 2027.

Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Mr. Ralf Beste di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (9/1/2026).

Dalam pertemuan itu, penguatan kerja sama di sektor infrastruktur transportasi publik menjadi salah satu pembahasan utama, selain bidang kesehatan dan pendidikan.

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa yang selama ini berperan penting dalam percepatan pembangunan Jawa Timur.

Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui peran KfW Development Bank dalam pengembangan SRRL Fase 1 rute Gubeng-Wonokromo-Sidoarjo. Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi transportasi publik bagi kawasan Aglomerasi Surabaya.

Baca Juga:  Angka Perceraian di Surabaya 2025 Capai 6.080 Kasus, Cerai Gugat Dominan

“Ini menjadi penting karena transportasi publik di area Aglomerasi Surabaya memang harus dicari solusi. Insyaallah di tahun 2027 akan Ground Breaking,” ungkap Khofifah dalam siaran persnya dikutip pada Minggu (11/1/2026).

Ia optimistis kehadiran SRRL akan memudahkan mobilitas masyarakat, menekan biaya perjalanan, serta meningkatkan produktivitas warga yang beraktivitas di kawasan Surabaya Raya.

Sejalan dengan hal tersebut, Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Mr. Ralf Beste menegaskan komitmen negaranya dalam mendukung upaya Pemprov Jawa Timur mewujudkan transportasi publik yang layak dan berkelanjutan.

“Kami siap mendukung Jatim dan Surabaya sebagai salah satu daerah dengan pengaruh besar sekaligus Game Changer di Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga:  NTP Jatim Naik 3,95 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa

Sementara itu, Head of Cooperation EU Delegation Jerome Pons menegaskan komitmen Uni Eropa melalui strategi Global Gateway untuk memperkuat hubungan yang cerdas, bersih, dan aman di sektor digital, energi, dan transportasi, serta memperkuat sistem kesehatan, pendidikan, dan penelitian.

“Kami bertujuan untuk memberikan dampak transformatif di sektor digital, iklim dan energi, transportasi, kesehatan, serta pendidikan dan penelitian. Fokusnya adalah pada investasi cerdas dalam infrastruktur berkualitas, dengan menghormati standar tertinggi sosial dan lingkungan,” ungkapnya.

Selama empat tahun terakhir, Uni Eropa tercatat telah memobilisasi lebih dari 300 miliar euro investasi sektor publik dan swasta.

“Bersama kami ingin memperkuat hubungan kerjasama strategis antara EU dan negara-negara mitranya, yang salah satunya adalah Indonesia, dan dalam hal ini khususnya Jawa Timur,” terangnya.

Baca Juga:  KONI Jatim Matangkan Persiapan Hadapi PON Bela Diri II 2026 di Manado

Sebagai informasi, proyek SRRL telah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 dan telah melalui proses perencanaan sejak 2020 melalui Blue Book Bappenas 2020-2024.

Pada 30 Juni 2025, Pemprov Jawa Timur dan KfW Development Bank menandatangani loan agreement senilai 297 juta euro.

Proyek SRRL direncanakan mendukung elektrifikasi serta jalur ganda sepanjang kurang lebih 22 kilometer jalur kereta api di Surabaya.

Jalur ini ditargetkan mampu mengangkut lebih dari 200 ribu penumpang per hari, memberi manfaat bagi lebih dari 1,3 juta penduduk dalam dua tahun pertama, serta berkontribusi mengurangi kemacetan jalan dan biaya logistik. (*/Pr/A1)