Bicaraindonesia.id, Jakarta Pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, saat meninjau Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

Pratikno menjelaskan, hingga 28 Desember 2025 pembangunan huntara di tiga provinsi tersebut telah dimulai, bahkan sebagian unit sudah selesai dibangun.

“Total terdapat 1.050 unit huntara yang dibangun melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha milik negara (BUMN),” kata Pratikno dikutip melalui Infopublik pada Senin (29/12/2025).

Ia merinci, sebanyak 450 unit huntara dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Sementara 600 unit lainnya dibangun dengan dukungan dan keterlibatan jajaran BUMN sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam penanganan pascabencana.

Selain percepatan pembangunan hunian, pemerintah juga mendorong pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya melalui pengoperasian kembali pasar-pasar tradisional yang terdampak bencana.

Di Provinsi Aceh, terdapat 112 pasar tradisional yang terdampak, dengan 18 pasar di antaranya telah kembali beroperasi secara penuh. Di Sumatra Utara, dari 47 pasar terdampak, sebanyak 46 pasar telah kembali beroperasi, sementara satu pasar masih dalam proses percepatan pemulihan.

“Sementara itu, di Sumbar terdapat tiga pasar terdampak, dua di antaranya telah mulai beroperasi dan satu pasar masih dalam tahap pemulihan,” kata Pratikno.

Pemerintah menegaskan akan terus mempercepat pemulihan pasar tradisional melalui penataan infrastruktur, peningkatan kebersihan, serta dukungan dan keterlibatan kementerian dan lembaga terkait agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal. (*/Ip/A1)