Bicaraindonesia.id, Surabaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat sistem penanggulangan kebakaran dengan meluncurkan sejumlah armada pemadam kebakaran berteknologi tinggi. Peluncuran dilakukan di Halaman Balai Kota Surabaya pada Rabu (24/12/2025).

Dalam peluncuran tersebut, Pemkot Surabaya memperkenalkan satu unit Mobil Pemadam Kebakaran Hazardous Material (Hazmat), dua unit robot pemadam kebakaran (Fire Fighting Robotic), tiga unit mobil pemadam dengan teknologi Compress Air Foam System (CAFS) berkapasitas 3.000 liter, serta dua unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter.

Penambahan armada ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi petugas pemadam kebakaran, khususnya saat menghadapi situasi berisiko tinggi.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pengadaan armada baru tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkot Surabaya dalam menjamin keselamatan petugas pemadam kebakaran.

Menurutnya, keselamatan personel menjadi prioritas utama, terutama ketika harus menangani kebakaran di kawasan industri atau lokasi yang terpapar bahan kimia berbahaya.

“Kita sering menghadapi kebakaran di lokasi yang penuh zat kimia, yang sangat membahayakan nyawa petugas. Jika kondisi sudah tidak memungkinkan bagi personel untuk masuk ke area industri atau kimia tersebut, maka robot-robot inilah yang akan kita kirim sebagai garda terdepan,” ujar Eri dalam keterangan tertulis dikutip pada Sabtu (27/12/2025).

Baca Juga:  Pabersi Jatim Benahi Prestasi Angkat Berat Jelang Pra-PON 2027

Eri juga menjelaskan Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat yang diluncurkan telah dilengkapi fasilitas Hyperbaric Chamber. Fasilitas ini berfungsi untuk membantu pemulihan fisik petugas setelah terpapar asap dan zat kimia, sehingga risiko gangguan kesehatan akibat kekurangan oksigen dapat diminimalkan.

Dengan fasilitas tersebut, perlindungan bagi petugas tidak hanya diberikan saat proses pemadaman berlangsung, tetapi juga setelah tugas selesai.

“Di dalam mobil pemadam Hazmat itu sudah dilengkapi fasilitas Hyperbaric. Jadi, setelah petugas selesai menyemprot dan melepas baju Hazmat, mereka bisa langsung masuk ke sana untuk pemulihan oksigen,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menyampaikan penggunaan robot pemadam kebakaran menjadi langkah strategis untuk menggantikan peran manusia di lingkungan yang sangat berbahaya.

Baca Juga:  Penataan Reklame Surabaya Mengacu Perda dan RDTR

Robot pemadam yang dikendalikan dari jarak jauh tersebut dirancang untuk menangani kebakaran di gedung tinggi, ruang bawah tanah, gudang amunisi, kilang minyak, hingga area dengan paparan bahan kimia atau ancaman bom.

“Dengan material tahan air dan ledakan, robot ini mampu mendaki kemiringan ekstrem hingga 42 derajat dan melewati rintangan setinggi 60 sentimeter,” jelas Laksita Rini.

Ia menambahkan, robot pemadam kebakaran ini dilengkapi water monitor yang mampu menyemprotkan air maupun busa hingga jarak 90 meter. Selain itu, terdapat tiga kamera pantau, kamera pendeteksi panas, sensor gas berbahaya, serta fitur bi-directional voice untuk memantau kondisi suara di sekitar lokasi kebakaran.

“Dengan jangkauan kendali hingga 900 meter dan daya tahan baterai selama empat jam, robot ini menjadi garda terdepan dalam meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa dari sisi petugas pemadam,” imbuhnya.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp7,7 Miliar di Pasuruan

Selain robot, Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat juga menjadi andalan dalam penanganan kebakaran akibat bahan kimia. Kendaraan ini berfungsi sebagai alat pemadam sekaligus pusat komando yang dilengkapi ruang kendali untuk memonitor arah angin, suhu, dan sebaran zat berbahaya.

“Mobil Hazmat ini dibekali perlengkapan medis canggih seperti Hyperbaric Chamber, alat dekontaminasi untuk korban maupun petugas, serta alat pelindung diri (APD) lengkap dari level A hingga D,” ujar dia.

Keunggulan lainnya, mobil Hazmat ini dilengkapi detektor gas yang mampu mengidentifikasi jenis zat kimia secara akurat sebelum petugas melakukan tindakan pemadaman. Untuk mendukung operasional di area terpapar dalam waktu lama, kendaraan ini juga menyediakan fasilitas pengisian tabung SCBA portabel serta perangkat komunikasi evakuasi modern.

“Dengan integrasi teknologi robotik dan armada Hazmat yang mumpuni, Kota Surabaya kini memiliki standar baru dalam mitigasi bencana perkotaan yang lebih aman dan presisi,” pungkasnya. (*/Pr/C1)